alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pemkab Kudus Gelontorkan Rp 3,84 Miliar untuk 1.600 UMKM

Satu Pelaku Usaha Dapat Rp 2,4 Juta

30 Desember 2020, 13: 10: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

DISPLAY: Pelaku UMKM menata dagangannya yang siap jual. Pemkab Kudus memberi bantuan RP 2,4 juta untuk mereka.

DISPLAY: Pelaku UMKM menata dagangannya yang siap jual. Pemkab Kudus memberi bantuan RP 2,4 juta untuk mereka. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Bantuan kepada pelaku usaha Mikro Kecil dan Menenah (UMKM) yang bersumber dari APBD Kudus akhirnya cair. Dana sebesar Rp 2,4 juta diberikan per pelaku usaha.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM pada Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop) Kudus Rofiq Fachri mengatakan, sebelumnya alokasi Bansos ini akan dikucurkan Rp 1,5 juta per wirausaha.

Akan tetapi, kata Rofiq, Plt Bupati Kudus Hartopo menginstruksikan pengucuran Bansos dialokasikan Rp 2,4 juta per UMKM di Kudus. ”Dalam surat edaran dari Plt bupati Kudus, besarann bantuan disamakan dengan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM),” katanya.

Sementara penerima Jaring pengaman ekonomi (JPE) ini ada sebanyak 1.600 pelaku UMKM. Jika ditotal alokasi anggaran dari pemkab yang diberikan untuk penguat UMKM yang terdampak Covid-19 Rp 3,84 miliar.

Bantuan itu sudah dicairkan pada 22, 23, dan 28 Desember lalu. Sedangkan kemarin adalah tahapan pelayanan bagi pelaku UMKM yang tertunda menerima bansos tersebut.

”Sudah diberikan, bansos ini untuk mendukung usaha mereka yang terdampak pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Rofiq menambahkan, JPE ini khusus diberikan kepada mereka yang sudah mempunyai usaha. Penjaringannya melalui mereka yang tak lolos verifikasi BPUM. Terkait persyaratan, pihaknya menyebut pelaku usaha ini harus menunjukkan legalitas usaha mereka.

Pihaknya berharap, pelaku UMKM yang menerima JPE tersebut bisa memanfaatkan pemberian dana tersebut. Guna menunjang usaha mereka di tengah pandemi Covid-19. 

(ks/gal/lid/top/JPR)

 TOP