alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Inovatif, Warga Blora Buat Pakan Lele Sendiri, Biaya Bisa Lebih Hemat

29 Desember 2020, 15: 07: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

LEBIH HEMAT: Pemuda Kelurahan Mlangsen, Kota, membuat pakan lele dengan bahan yang sederhana dan mudah didapat kemarin.

LEBIH HEMAT: Pemuda Kelurahan Mlangsen, Kota, membuat pakan lele dengan bahan yang sederhana dan mudah didapat kemarin. (AGUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Berbagai inovasi dilakukan warga untuk bertahan di tengah pandemi yang belum jelas kapan berakhir ini. Salah satunya dilakukan warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Kota. Mereka membuat pakan lele sendiri.

Agus, salah satu warga mengaku, ide tersebut tercetus setelah dirinya bersama para pemuda lain rembuk bersama. Hal itu melihat mahalnya harga pakan lele pabrikan. Dengan membuat pakan sendiri, ternyata bisa lebih hemat. Pada akhirnya mendatangkan penghasilan lebih.

”Bahan yang dipakai mudah didapat di Blora. Jadi memang bisa menghemat,” katanya kemarin.

Bahan yang dimaksud adalah bekatul, tepung ikan, tepung kanji untuk perekat, tepung singkong, minyak ikan, tetes tebu, mineral, dan bakteri. Bahan-bahan itu dicampur dan diolah menjadi pakan lele yang mempunyai nilai ekonomis.

Pakan lele buatan mereka setiap kilogram harganya lebih murah dibandingkan pakan lele pabrikan. Pakan lele buatan pabrikan harganya sekitar Rp 14 ribu per kg. Sedangkan pakan buatan mereka hanya Rp 7 ribu per kg. ”Dengan pakan ini, perkembangan lele lebih cepat dan sehat,” ujarnya.

Usaha pembuatan pakan lele ini, memang baru tiga bulan berjalan. Namun ternyata ramai diminati para peternak di daerahnya. Para pemuda desa ini juga beternak lele berkelompok.

”Kami sengaja membuat pakan lele sendiri. Selain untuk kebutuhan sendiri juga untuk peternak lele di lingkungan kami,” terangnya.

Harapannya, para peternak lele, khususnya di Kelurahan Mlangsen bisa menghasilkan lele yang super dengan pakan murah. ”Inovasi ini juga bisa menambah penghasilan di tengah kondisi ekonomi sulit,” imbuhnya. 

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP