alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditangkap Polisi, Kades di Grobogan Akui 20 Tahun Pakai Ganja 

23 Desember 2020, 16: 08: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

PECANDU: Kades Karangpaing Agus Santoso sudah 20 tahun mengonsumsi ganja.

PECANDU: Kades Karangpaing Agus Santoso sudah 20 tahun mengonsumsi ganja. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Agus Santoso, kepala Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan diamankan Sat Narkoba Polres Grobogan pada Jumat (11/12) lalu. Pelaku ditangkap saat sedang mengonsumsi ganja. Saat penangkapan, polisi mengamankan 22,05 gram ganja dalam bungkus CDR.

Agus diamankan di rumahnya Jalan Diponegoro RT 1/RW 3 Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan. Dia tidak melakukan perlawanan. Polisi juga menyita satu puntung rokok lintingan, satu bungkus papir merk Mars Brand, satu korek api gas warna putih, dan satu I Phone 8 warna hitam.

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan warga masyarakat dan anggota bahwa tersangka yang juga menjabat sebagai kepala desa mengonsumsi ganja. Setelah diselidiki bahwa tersangka sebagai pengguna.

”Saat diamankan tersangka sedang menggunakan ganja di atas meja,” kata AKBP Jury Leonard Siahaan saat gelar perkara di Mapolres Grobogan Senin (21/12).

Dari keterangan tersangka, barang haram ganja diperoleh dari Jakarta. Ganja dikirim lewat kurir dari sopir bus jurusan Purwodadi – Jakarta. Harga ganja yang dibeli Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Barang bukti yang diamankan 220,5 gram. ”Pengakuan dari tersangka dia pakai sendiri. Setelah memakai ganja bisa tenang,” ujarnya.

Tersangka Agus Santoso mengaku mengonsusmi ganja sudah berjalan selama 20 tahun. Dirinya konsumsi ganja agar tidak lemas, bergairah, bisa berpikir, dan saat emosi tinggi. ”Setelah memakai saya jadi tenang, bisa berpikir. Saya sudah 20 tahun kencanduan pakai ganja. Saya dapat ganja dari Jakarta,” aku dia.

Kabag Kabid Pemerintah Desa Dipermades Eko Agus Prihantono mengatakan, jika ada kades yang berhalangan dan tidak melakukan tugasnya maka akan digantikan sekertaris desa sebagai pelaksana tugas. Sehingga tugas di pemerintah desa tidak terganggu.

”Untuk sementara waktu diganti sekdes. Jika sudah ada ketetapan hukum tetap maka bisa pemberhentian atau melanjutkan kembali jabatan kepala desa,” kata Agus.

Dikatakan, pengisian sementara oleh Sekdes sudah diatur dalam Perda Desa di Kabupaten Grobogan. Di mana ancaman pidana yang diberikan kepada yang bersangkutan kurang dari lima tahun. Meski demikian, untuk pergantian dari kepala desa menunggu keputusan pengadilan terlebih dahulu.

”Jika ancaman hukumanya di atas lima tahun, jabatan kades bisa diberhentikan jika sudah ada putusan pengadilan,” terang dia.

Dijelaskan, dalam peraturan Undang-Undang Desa jika kepala desa terkena kasus korupsi bisa langsung diberhentikan sementara. Begitu juga dengan pasal yang digunakan dengan tuntutan lebih lima tahun, maka bisa diberhentikan setelah ada putusan pengadilan. Sedangkan jika pasal yang disangkakan ancaman hukumannya di bawah lima tahun, maka setelah menjalani hukuman maka bisa menjabat kembali menjadi kepala desa. 

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya