alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Destinasi Wisata di Rembang Ditutup Total, Pengelola hanya Bisa Pasrah

23 Desember 2020, 09: 26: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

TERTIB: Seorang pengunjung taman bunga di kompleks Makam RA Kartini di Kecamatan Bulu.

TERTIB: Seorang pengunjung taman bunga di kompleks Makam RA Kartini di Kecamatan Bulu. (RADAR KUDUS FOTO)

Share this      

REMBANG – Semua destinasi wisata di Kabupaten Rembang ditutup total. Kebijakan ini diberlakukan mulai Senin (21/12) kemarin. Penutupan hingga batas yang belum ditentukan ini menyusul kondisi zona merah Covid-19 di seluruh kecamatan di Kota Garam. Total ada 344 orang terkonfirmasi positif korona.

Kabid Destinasi Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rem bang Purwono mengakui penutupan destinasi. Ini sehubungan penyebaran covid-19 di kabupaten Rembang semakin memprihatinkan.

Sebelumnya SE nomor 440/ 3144/2020, tentang antisipasi peningkatan Covid-19. Merujuk edaran gubernur, bahwa destinasi Kamis dan Jumat tutup. “Senin ada rakor gugus tugas penanganan covid-19 tingkat kabupaten, ada kekhawatiran kondisi penularan kian parah maka diinstruksikan untuk tutup sampai dengan waktu belum ditentukan,” tegasnya.

Kebijakan ini efektif berlaku hari Senin (21/12). Bagi yang sudah mendapatkan rekomendasi ada 11 destinasi wisata. Mulai dari pasar digital Mbrumbung, Kaliori. Pantai Pasir Putih Wates, Kaliori. Pantai Taman Kartini (Rembang), Taman Batik Akar Kartini (Bulu).

Musuem RA Kartini (Rembang), Karang Jahe Beach (Punjulharjo, Rembang). Pantai Caruban (Lasem), Pagar Pelangi (Sedan). Rumah Apung (Dasun), Seribu Bogor (Sulang). Kemudian satu lagi di Balongmulyo (Kragan).

”Instruksi baru secara lisan segera diumumkan. Tadi kami umumkan melalui grup. Lalu kami tindak lanjuti karena tertulis hari Senin (21/12),” jelasnya.

Memang kebijakan mendadak. Ada toleransi yang masih buka hari kemarin. Sehingga diharapkan Senin bisa efektif. Untuk itu semua pengelola diharapkan bisa menyikapi rekomendasi tersebut.

Lalu diminta senantiasa men jaga kebersihan. Lalu penyemprotan tetap dilaksanakan. Meskipun ditutup untuk sementara. Minimal seminggua dua kali. Tujuannya memastikan lingkungan aman dan mencegah penyebaran Covid-19.

”Ditutupnya destinasi juga diprediksi nataru akan mengkhawatirkan ketika tetap buka, untuk itu gugus tugas kabupaten instruksikan ditutup sementara,” imbuhnya.

Terpisah pengelola Pasar Mbrumbung Karjani menanggapi bagi dunia wisata khususnya di wilayah kabupaten Rembang sangat terpukul. Karena dari surat edaran bupati tanggal 16 Desember dunia wisata penutupan di hari Kamis dan Jumat untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 atau sterilisasi wahana.

“Namun tanggal 21 Desember 2020 mendadak ada rapat terbatas. Tim gugus langsung memutuskan tutup. Ini sangat berpengaruh sekali perekonomian masyarakat khususnya hidupnya yang bertopak pada objek wisata. Namun kita juga harus menghormati keputusan pemerintah mengingat lonjokan kasus di wilayah Rembang cukup luar biasa,” bebernya.

Sebelumnya pihak pengelola merencanakan pasar Mbrumbung akhir tahun ini akan membuka Pasar Mbrumbung 2. Sebagai antisipasi memecah kerumunan masa di objek wisata pasar Mbrumbung 1. Dengan kebijakan ini rencana lunching sepertinya akan terkendala. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP