alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Gugatan Paslon Harno-Bayu Tembus Mahkamah Konstitusi

KPU Klaim Tak Ada Pergeseran Suara

19 Desember 2020, 10: 36: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

TEMPUH SELESAI: Paslon Harno-Bayu saat debat Pilkada Rembang beberapa waktu lalu. Kini, paslon nomor urut 01 ini, menggugat hasil pilkada ke MK.

TEMPUH SELESAI: Paslon Harno-Bayu saat debat Pilkada Rembang beberapa waktu lalu. Kini, paslon nomor urut 01 ini, menggugat hasil pilkada ke MK. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup dan Cawabup) Rembang Harno-Bayu Andriyanto mengajukan gugatan. Terkait perselisihan pemilihan Bupati Rembang. Bahkan, kini telah sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam rilis yang dimuat dalam website resmi MK, Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Paslon 01 itu mengajukan secara daring. Sementara itu, Kuasa Hukum Harno Bayu Ninerodi Gulo menyampaikan, pihaknya sudah mengajukan bukti awal. Di antaranya ada keputusan KPU tentang penetapan nomor urut paslon, hasil rekapitulasi, juga catatan keberatan saksi.

”Per hari Kamis (17/12) kami (gugatan, Red) resmi terdaftar di MK," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, pihak termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang melalui komisionernya Musoffa menjelaskan, pihaknya akan mempersiapkan apa yang kemudian dimohonkan. ”Posisi KPU saat ini masih menunggu apa yang didalilkan oleh pemohon. Yakni paslon nomor 01," katanya.

Terkait persiapan berkas, pihaknya sudah memiliki. Saat rekapitulasi tingkat kabupaten, pihaknya selalu menanyakan. Adakah pergeseran suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS). ”Tidak ada pergeseran. Namun, waktu rekap di tingkat kabupaten banyak menyinggung keberatan soal proses," jelasnya.

Sementara terkait proses-proses tersebut, merupakan ranah dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rembang. ”Jadi di MK berbicara angka. Adakah penggelembungan suara yang dilakukan oleh KPU, itu selalu yang kami tanyakan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pasangan Abdul Hafidz-Muhammad Hanies Cholil Barro' memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Rembang. Selisih perolehan suara dengan lawannya, Harno-Bayu Andriyanto hanya terpaut 1,3 persen.

KPU Rembang menetapkan perolehan suara dari hasil rekapitulasi tingkat kabupaten tersebut, Harno-Bayu memeroleh 208.736 suara. Sementara Hafidz-Hanies mengantongi 214.237 suara. Saat itu saksi dari paslon 01 menolak untuk tanda tangan. Meski demikian, KPU menegaskan, keberatan tersebut tak mengurangi keabsahan rekapitulasi.

”Jika memang ada yang keberatan bisa mengajukan ke MK," kata Ketua KPU Rembang M Ika Iqbal Fahmi.

Ia menambahkan, sesuai dengan regulasi, apabila hendak memproses gugatan ke MK, harus melihat jumlah penduduk terlebih dahulu. Penduduk Rembang sendiri berada dalam rentang di atas 500 ribu di bawah 1 juta, maka syarat maksimal selisih perolehan suara harus 1 persen. Sedangkan selisih antara suara Harno-Bayu dan Hafidz-Hanies sekitar 1,3 persen.

”Kalau di MK ada kebijakan lain ya kami tidak tahu. Kalau sesuai dengan regulasi seperti itu (selisih perolehan suara maksimal 1 persen, Red)," imbuhnya. 

(ks/vah/lin/top/JPR)

 TOP