alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Abdul Hafidz dan Sri Sumarni Bertahan, Arief Rohman Naik Jadi Bupati

17 Desember 2020, 12: 49: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

Abdul Hafidz dan Sri Sumarni Bertahan, Arief Rohman Naik Jadi Bupati

REMBANG – Berdasarkan hasil penghitungan suara KPU, Hafidz dan Sri mampu mempertahankan posisinya sebagai bupati Rembang dan Grobogan. Sementara Arief naik menjadi bupati Blora.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU Rembang Abdul Hafidz bersama pasangannya Muhammad Hanies Cholil Barro'  mendapatkan 214.237 suara. Harno-Bayu memeroleh 208.736 suara. Terpaut 1,3 persen (lihat grafis).

Hasil Pilkada Blora Cabup-Cawabup Nomor 3 Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati (Artys) mendapat suara terbanyak yaitu 317.380 atau sekitar 59 persen suara. Paslon Umat memperoleh 199.646 suara dan paslon Asri mendapatkan 15.350 suara.

KOSONG: Salah satu kolom untuk tempat tanda tangan saksi Paslon 01 tak ditandatangani saat selesai rekapitulasi suara tingkat kabupaten kemarin (15/12).

KOSONG: Salah satu kolom untuk tempat tanda tangan saksi Paslon 01 tak ditandatangani saat selesai rekapitulasi suara tingkat kabupaten kemarin (15/12). (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Sementara perolehan Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto 691.239 suara atau 86,44 persen. Kotak kosong mendapatkan 93.776 suara atau 13,56 persen.

Di Kabupaten Rembang, proses rekapitulasi suara di tingkat Kabupaten Rembang berlangsung lebih 12 jam. Dalam tahapan ini, terjadi diskusi-diskusi alot. Tim saksi dari Paslon 01 Harno-Bayu mengungkapkan berbagai hal yang dinilai kejanggalan dalam proses pemungutan suara Rabu (9/12).

Hingga sampai akhir penetapan pada pukul 22.51, saksi 01 pun tak menandatangani berita acara. Sebelumnya, melalui kuasa hukumnya pada Selasa (15/12) siang, kubu Harno-Bayu juga melaporkan dugaan pelanggaran kepada Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu). Dan meminta agar dilaksanakan PSU.

Dengan kemenangan ini, Ketua Tim Pemenangan 02 Zaimul Umam mengatakan, angka tersebut sama dengan data yang didapat oleh tim saksi.  Menurutnya, dari sisi regulasi, dengan jumlah penduduk yang ada di Rembang sekitar 600 ribu, maka sebagai syarat maksimal selisih perolehan harus satu persen agar bisa memenuhi syarat pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

”Sementara rekapitulasi KPU terpautnya 1,3 persen. Saya kira dari sisi itu tidak mungkin untuk dibawa ke MK,” kata Plt Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Rembang itu.

Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rembang Ridwan menjelaskan secara normatif 01 tak akan bisa mengajukan gugatan. Meskipun demikian, lanjut dia, mahkamah ataupun pengadilan tidak boleh menolak perkara.

Terkait berbagai keberatan yang disampaikan saksi 01, Ketua KPU Rembang M Ika Iqbal Fahmi mengatakan hal tersebut tak mengurangi keabsahan dari rekapitulasi. Apabila ada yang keberatan bisa mengajukan keberatan ke MK. ”Sesuai regulasi maksimal tiga hari,” ujarnya.

Saksi 01 Ali Irkam sendiri masih teguh pada pendiriannya. Ia tetap memberikan catatan kejanggalan yang dinilai substansial maupun administratif. Seperti adanya kotak suara yang tak disegel. ”Kami keberatan menandatangani. Dan akan memproses lebih lanjut,” katanya.

Disinggung tentang rencana gugatan, ia menjelaskan masih mempelajari dari hasil rekapitulasi. Selanjutnya akan didiskusikan untuk menentukan sikap. Menurutnya, jalur tidak hanya melalui MK. Bisa melalui Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu(DKPP), Bawaslu Provinsi Jaw Tengah maupun Pusat. ”Proses lainnya masih bisa kami tempuh. Kami masih berupaya. Selama itu masih konstitusional. Masih berada jalur hukum kami akan proses semampu kami,” jelasnya.

Sementara itu menanggapi hasil penghitungan suara di Pilkada Blora Cabup nomor urut 3, Umi Kulsum mengaku menerima dengan lapang dada. Dirinya pun bahkan mengucapkan selamat atas kemenangan paslon Artys di Pilkada Blora kali ini.

”Saya atas nama pribadi dan paslon mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak Arief dan Bu Yuli. Semoga ke depan Blora lebih baik lagi,” tuturnya.

Disinggung mengenai target suara, sosok yang disapa Bu Kokok itu menyatakan meleset jauh. Namun, istri Bupati Djoko Nugroho itu tak menyebut detail target awal yang ingin dicapai. Dirinya pun menyadari dalam kompetisi ada pihak yang kalah dan menang.

”Meleset jauh. Tidak apa-apa. Namanya kompetisi ada menang ada kalah. Alhamdulillah episode ini saya kalah, tidak masalah,” tambahnya.

Sementara itu, Cawabup nomor urut 1, Riza Yudha Prasetia mengapresiasi kinerja KPU Blora yang telah bertugas dengan baik. Riza mengaku bahkan sudah mengucapkan terima kasih atas sukses Pilkada Blora.

”KPU sudah bekerja dengan baik di Pilkada Blora ini. Saya sudah telepon Mas Husein (Komisioner KPU Blora) kasih selamat atas suksesnya Pilkada Blora. Masalah lain-lain, ya seperti itulah proses demokrasi,” tuturnya.

Menurutnya, penyebab kubunya kalah jauh di Pilkada kali ini adalah banyak pendukungnya yang tidak berangkat nyoblos. Hal itulah yang membuat suaranya jeblok.

”Masyarakat yang pegang supremasi tertinggi. Rakyat yang menentukan hasilnya. Penyebabnya, banyak dari pendukung paslon No.1 yang tidak berangkat nyoblos ke TPS,” kata dia.

Terpisah, Cabup terpilih Arief Rohman mengyatakan apresiasinya atas kinerja KPU dan Bawaslu Blora. Pihaknya juga menyatakan terima kasihnya kepada pemilih yang telah memberikan dirinya mandat untuk memimpin Kota Sate.

”Kepada pemilih, kami sampaikan terima kasih atas kepercayaannya. Mandat yang diberikan akan terus kami jaga dan kawal. Sekarang sudah tidak ada lagi 01, 02, dan 03,” kata dia.

Sosok yang juga wakil bupati petahana itu pun mengajak semua pihak untuk menatap masa depan dan fokus membangun Blora. 

”Podo mergawe, fokus penanganan Covid-19, sesarengan mbangun Blora,” tukasnya.

Sementara itu tim sukes paslon Sri-Bambang Yoyok Prihantono menerima hasil suara rekapitulasi pemilihan bupati dan wakil bupati Grobogan. Dirinya mengaku partisipasi masih kurang, tetapi menurutnya antusiasme dari pemilih masih banyak.

”Jika dibandingkan Pilkada 2015 ada lawanya bisa mendapatka  65,9 persen itu sudah baik. Pilkada tahun ini tidak ada lawan hanya calon tunggal bisa mendapatkan 63,58 persen itu sudah baik,” ujarnya.

Untuk jadwal penetapan sebagai bupati dan wakil bupati Grobogan 2021-2024, pihaknya akan menunggu kebijakan lebih lanjut dari KPU. Sebab, tahapanya masih berlangsung. Dimana Kabupaten Grobogan tidak ada gugatan.

”Ya, kami menunggu. Alhamdulilah bisa menang dan pilkada berjalan aman, lancer, dan damai di masa pandemi Covid-19,” tandasnya.

Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo mengatakan semua menerima jadi clear. ”Dari saksi, Bawaslu, dan tim pengawas independen semuanya menerima,” kata rekapitulasi perolehan suara Pilkada 2020 tingkat kabupaten di Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi kemarin.

”Hasil rekapitulasi perolehan suara ini sudah tidak ada masalah lagi. Selanjutnya, akan kami laporkan ke KPU provinsi. Sambil menunggu tahapan ada sengketa apa tidak,” terang dia.

Agung menambahkan tahapanya hingga 18 Januari 2021 tidak ada sengketa akan menunggu hasil registrasi dari Mahkamah Konstitusi (MK). Dasar tersebut akan dijadikan sebagai tahapan Pilkada terpilih.

”Untuk partisipasi terbawah di Jawa Tengah ada 63,55 persen. Karena pandemi Cobvid-19. Kami sudah maksimal mungkin,” ujarnya.

Masih rendahnya partisipasi ini juga dipengaruhi karena banyak warga Kabupaten Grobogan boro atau bekerja di luar kota dan tidak pulang kampung. Disebabkan, masih di kota besar untuk bekerja.

Dalam rekapitulasi itu, Bawaslu Grobogan sempat menyampaikan adanya perbedaan atau selisih data penggunaan surat suara. Usulan perbedaan adanya selisih data dua orang pemilih dari penyandang disabilitas. Sehingga KPU terpaksa harus membuka data yang sudah tertulis dalam plano untuk dicocokkan dalam input data yang ditulis dalam format excel.

”Setelah diteliti, ternyata ada kekeliruan saat menginput data di Kecamatan Wirosari. Yakni, data yang seharusnya 73.439 tetapi tertulis menjadi 73.749. Itu ada salah penulisan ada di Kecamatan Wirosari,” kata Ketua Bawaslu Grobogan Nita Fitria Nitanti.

Permasalahan lainnya adanya selisih data pemilih disabilitas akhirnya juga bisa diselesaikan. Di mana, sebelumya sudah ada catatan perbaikan data pemilih di Kecamatan Klambu, Gabus dan Toroh. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara. Rapat akhir pleno kemudian disetujui dari pihak komisioner KPU, Bawaslu, Saksi independent dan perwakilan pasangan calon Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto. 

(ks/vah/ful/mun/zen/top/JPR)

 TOP