alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Selisih 605 Suara Hitung Cepat, Mantabkan Kemenangan Artys

16 Desember 2020, 11: 31: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

Selisih 605 Suara Hitung Cepat, Mantabkan Kemenangan Artys

BLORA - KPU Blora kemarin menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilkada 2020 tingkat kabupaten. Pleno dipimpin Ketua KPU Blora M. Khamdun dan digelar di ruang pertemuan.

Pleno dihadiri panitia pemilihan kecamatan (PPK), Bawaslu Blora, perwakilan pasangan cabup-cawabup, dan sejumlah saksi. Protokol kesehatan dan penjagaan dari TNI-Polri diberlakukan secara ketat.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, paslon Artys (Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati) mendapatkan 318.380 suara atau 59.71 persen. Raihan suara tersebut ada selisih 605 suara dari situng cepat di website KPU yang menyebutkan paslon Artys mendapatkan 317.775 suara.

Sementara, paslon Umat (Umi Kulsum-Agus Sugiyanto) dalam rekap resmi kemarin mendapatkan 199.646 suara. Hasil itu ada selisih 123 suara dari situng cepat dengan 199.769 suara. Sedangkan, paslon Asri (Dwi Astutiningsih-Riza Yudha Prasetia) memperoleh 15.187 suara berbanding 15.350 suara di situng cepat atau ada selisih 163 suara.

Adapun total suara sah berdasarkan perhitungan resmi KPU Blora ada 533.213 suara berbanding 532.894 suara di hitung cepat. Sedangkan suara tidak sah 10.970 suara. Total partisipasi pemilih 544.183 suara.

Dari data rekapitulasi kemarin, dapat disimpulkan bahwa partisipasi pemilih mencapai 77,63 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) 700.995 pemilih. Angka tersebut sesuai dengan target KPU Blora.

M. Khamdun menyatakan, hasil Sirekap tidak digunakan pada saat rekap tingkat kabupaten. Sebab, pihaknya kesulitan mengakses web tersebut. Seluruh pihak seperti perwakilan paslon dan Bawaslu Blora sudah sepakat untuk tidak menggunakan aplikasi penghitungan suara itu.

”KPU sudah tidak menggunakan Sirekap. Jadi tidak dijadikan acuan tingkat kabupaten. Apapun yang terjadi di Sirekap ya sudah. Awalnya kami ingin Sirekap dan manual berjalan beriringan. Tetapi karena Sirekap tidak jalan dan dikhawatirkan bisa menghambat proses, ya sudah kami tinggalkan,” tuturnya kemarin.

Pihak tak menampik adanya selisih suara antara hasil hitung cepat dengan rekap resmi. Menurutnya, hal tersebut karena pihak penyelenggara di tingkat KPPS kesulitan mengakses ulang ketika akan mengonfirmasi jumlah suara yang sudah terunggah.

”Data sebanyak itu belum terverifikasi. Mau verifikasi tidak bisa. Muser-muser (loading) terus. Salahnya Sirekap tidak bisa dibuka, itu kesalahannya. Itu satu Indonesia, tidak hanya di Blora,” imbuhnya. 

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP