alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Rekap Suara Pilkada Rembang Belum Rampung, 01 Minta Coblosan Ulang

16 Desember 2020, 11: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

MASIH BERPROSES: Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang melaksanakan rekapitulasi tingkat kabupaten kemarin.

MASIH BERPROSES: Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang melaksanakan rekapitulasi tingkat kabupaten kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/ RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG Rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Rembang tingkat kabupaten masih belum rampung hingga sore kemarin. Di sela-sela itu, tim paslon 01 melaporkan dugaan pelanggaran yang ditemukan di sembilan kecamatan. Kemudian meminta pemungutan suara ulang (PSU).

Kubu paslon 01 melaporkan dugaan pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pilkada 9 Desember lalu itu. Muncul tuntutan agar dapat dilaksanakan PSU di sejumlah kecamatan.  Karyono, kuasa hukum tim Harno-Bayu menjelaskan, setidaknya ada 20 poin temuan. Dugaan pelanggaran ini ditemukan di sembilan kecamatan.

”Sesuai undang-undang, bilamana ada penyelenggaraan yang tidak sesuai, harus dilakukan PSU. Itu undang-undang yang bicara,” katanya.

Dalam proses rekap manual yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang, tim saksi paslon 01 menemukan sejumlah kejanggalan. Hanya menurut Karyono, temuan-temuan tersebut belum ditindaklanjuti sepenuhnya oleh panitia pengawas kecamatan (panwascam).

”Kami datang ke bawaslu membawa segepok data yang kami suguhkan untuk dicermati, sehingga bawaslu kabupaten bisa segera mengambil tindakan,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto akan mempelajari materi pelaporan ini. Selanjutnya akan mengerucut pada pleno. ”Akan kami pelajari terlebih dahulu. Kebetulan yang menerima (laporan) staf, nantinya akan kami pelajari terlebih dahulu. Kami terima sepanjang memenuhi syarat,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa saksi paslon 01 saat rekapitulasi tingkat kecamatan menolak menandatangani berita acara. Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus saat proses rekapitulasi di Kecamatan Pamotan terdapat diskusi antara saksi paslon 01 dan panitia, terkait adanya bagian kotak suara yang belum tersegel.

Dikonfirmasi terpisah, menanggapi adanya penolakan tanda tangan berita acara yang di tingkat Kecamatan Pamotan, Ketua Tim Pemenangan Paslon 02 Zaimul Umam menyampaikan, hal tersebut tidak akan berpengaruh dengan rekapitulasi suara. ”Kami tetap menghormati dari teman-teman 01. Kami akan fokus pada suara kami,” jelasnya.

Sementara itu, hingga tadi malam pukul 18.00, rekapitulasi di tingkat kabupaten masih berlangsung. Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus baru tujuh kecamatan. Di waktu yang sama, dari website resmi KPU, progres perhitungan sudah 85,05 persen. Input yang sudah masuk 1.161 dari 1.365 tempat pemungutan suara (TPS). Masih kurang 204 TPS.

Hasil sementara dimenangkan paslon 02 Abdul Hafidz dan Muhammad Hanies Cholil Barro’ dengan perolehan 182.623 suara atau 50,7 persen. Sementara paslon 01 Harno dan Bayu Andriyanto mendapatkan 177.719 suara atau 49,3 persen.

(ks/vah/lin/top/JPR)

 TOP