alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Jalur Pantura Rembang-Sarang Jadi “Ranjau” Berjalan

15 Desember 2020, 17: 34: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

MUATAN BERAT: Sebuah kendaraan berat melintas di Jalan pantura Rembang yang saat ini banyak berlubang.

MUATAN BERAT: Sebuah kendaraan berat melintas di Jalan pantura Rembang yang saat ini banyak berlubang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Pengguna jalan Jalur Pantura Rembang-Sarang harus berhati-hati. Ini karena banyak lubang jalan bertebaran sering dengan ramainya kendaraan berat dan curah hujan yang tinggi belakangan ini.

Beberapa jalan sebelumnya memang sempat di tambal sulam. Namun lagi-lagi saat musim penghujan lubang terjadi dimana-mana. Praktis kerusakan jalan mengancam keselamatan pengendara. Selain memicu kerusakan kendaraan utamanya bagian as roda.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, khusus di pantura Rembang kerusakan terjadi mulai Kaliori, Rembang Kota, Lasem, Sluke, Kragan dan Sarang. Tak hanya berlubang jalan juga banyak yang bergelombang. Ini terlihat di Jalur Pandangan dan Sluke. Meski sudah ditambal belum lama sudah mengelupas.

Baca juga: Ucapan Selamat untuk Bupati Petahana Kian Tak Terbendung

Bahkan di Sluke sudah beberapa orang terjatuh gara-gara jalan rusak dan berlubang. Paling sering kejadian di Sluke-Kragan. Warga Sluke, Kapit mengharapkan pemerintah segera mengambil tindakan untuk perbaikan jalan di pantura. Pasalnya setiap hari dilintasi kendaraan roda dua dan empat, termasuk kendaraan bertonase berat.

”Kita harapkan jalan pantura yang rusak segera dilakukan perbaikan. Jangan sampai membahayakan pengguna jalan saat melintas,” harapanya.

Dia belum lama ini sempat alami kecelakaan. Hindari lubang. Di dekat Pantes. Kendaraan terjatuh, sementara alami luka berat. Harus dioperasi. Bagian pergelangan tangan ada patah tulang.

Terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Jalan Pantura Perbatasan Jateng-Jatim, Amal Ginting mengakui jika jalan di Pantura Rembang banyak lubang jalan mulai dari Kudus, Pati hingga Kabupaten Rembang.

”Tidak ada paket kontrak tahun ini. Batal kontrak. Karena dana difokuskan Covid di pusat. Cuma ada pemeliharaan rutin, sifatnya sementara,” katanya.

Terkait lubang tiap hari timnya terus jalan. Ada tiga tim penyisir jalan rusak. Mulai barat batas Kudus sampai Jatim daerah Bulu. Panjangnya 120 km. Dimaksimalkan Senin sampai Minggu. Untuk tutup lubang hotmix maupun aspal dingin atau panas hingga akhir tahun.

“Jatah perawatan terakhir menerima Rp 6 Miliar. Itu global, termasuk pengamanan jalan, kelengkapan jalan maupun jembatan. Itu dimaksimalkan hingga akhir tahun 2020,” bebernya.

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP