alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ketua Koperasi di Jepara Jadi Tersangka Korupsi Dana Bergulir LPDB

15 Desember 2020, 10: 01: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

TERSANGKA: Abdul Rouf usai menjalani pemeriksaan di Kejari Jepara atas dugaan kasus korupsi dana bantuan LPDB-KUMKM kemarin.

TERSANGKA: Abdul Rouf usai menjalani pemeriksaan di Kejari Jepara atas dugaan kasus korupsi dana bantuan LPDB-KUMKM kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA -  Kejaksaan Negeri Jepara tetapkan tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Senin (14/12). Ketua Koperasi Serba Usaha Permata Jepara Abdul Rouf ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut.

Ia keluar dari ruang pemeriksaan dengan memekai rompi oranye. Tangan diborgol. Lalu masuk mobil. Diapit dua personel Kejaksaan Negeri Jepara. Menuju Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Jepara.

Kepala Kejaksaan Negeri Jepara Saiful Bahri didampingi Kasipidsus Kejari Jepara Iyus Hendayana menjelaskan, Abdul Rouf terjerat dugaan kasus korupsi LPDB-KUMKM senilai Rp 1 miliar. Dana bantuan itu diajukan pada 2015. Setelah bantuan cair, ada dugaan penyaluran yang tidak sesuai.

Mestinya dana bantuan itu terdistribusikan kepada 50 daftar penerima definitif. Namun dari hasil pemeriksaan, dari daftar penerima itu tidak ada yang menerima bantuan modal usaha dari KSU Permata. ”Ada dugaan dana itu disalahgunakan tersangka untuk kepentingan pribadi. Mengakibatkan angsuran kepada LPDB-KUMKM macet dan merugikan negara,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, bantuan tersebut diperuntukkan kepada koperasi sebagai bantua permodalan. Sekaligus membantu pelaku UMKM. Ternyata disalahgunakan oleh tersangka. Sehingga bantuan tidak tepat sasaran. ”Angsuran macet ke LPDB-KUMKM dari koperasi. Bukan macet dari UMKM. Tahun ini sudah jatuh tempo. Tapi baru setor tiga kali,” jelasnya.

Atas perbuatan pelaku dijerat dengan undang-undang tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman minimal empat tahun penjara. “Kasus ini akan segera dituntaskan,” terangnya.

Abdul Rouf tidak memberi keterangan ke awak media. Dia langsung masuk mobil. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya