alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Youth Fun Juggling Competition Diadakan di 36 Kota

Untuk Persiapan Piala Dunia U-20

08 Desember 2020, 07: 43: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

TIMANG BOLA: Puluhan anak-anak mengikuti kompetisi Youth Fun Juggling di Kyriad Grand Master Purwodadi (5/12) lalu.

TIMANG BOLA: Puluhan anak-anak mengikuti kompetisi Youth Fun Juggling di Kyriad Grand Master Purwodadi (5/12) lalu. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Meski pandemi, tak menyurutkan semangat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam mempersiapkan pencalonan menjadi tuan rumah Olimpiade Piala Dunia 2032.

Persiapannya di antaranya dengan menggelar youth fun juggling competition yang diadakan secara marathon di 36 titik kota/kabupaten dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, serta di Sumatera Selatan. Salah satunya bertempat di Hotel Kyriad Grand Master Purwodadi, Grobogan.

 Gelaran ini diikuti 310 peserta di setiap daerah. Namun hanya 30 anak yang ada di venue. Sisanya mengikuti kompetisi secara virtual di rumah masing-masing. Kompetisi yang dilakukan secara fun ini, digelar sebagai bentuk dukungan Timnas U-20 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 tahun depan. Di mana Indonesia bakal jadi tuan rumah gelaran turnamen sepak bola junior terakbar sejagad ini.

Sebelum mengikuti kompetisi, tamu undangan terlebih dulu di-rapid test oleh Dinas Kesehatan Grobogan. Termasuk, protokol kesehatan (prokes) juga diterapkan secara ketat.

Kasubid Pekan dan Kejuaraan Olahraga Prestasi Daerah Kemenpora Prasetyo Fitri Rizki mengatakan, kompetisi ini menjadi dukungan dari Kemenpora kepada PSSI terutama Piala Dunia U-20. Baik dari training yang ada di Kroasia.

”Kemenpora membantu penuh dari segi anggaran dan lainnya. Untuk venue juga mulai disiapkan tapi belum diputuskan Viva masih menunggu secara pasti,” paparnya.

Dia berharap, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat dan motivasi anak-anak untuk tetap berolahraga di tengah pandemi. Serta mampu meningkatkan minat anak untuk olahraga.

”Saya berharap akan memunculkan bibit muda bertalenta yang bisa dipilih dan dipersiapkan ke timnas,” imbuhnya.

Kompetisi juggling di Grobogan ini, juga menghadirkan mantan pelatih PS Tira Rudy Eka Priyambada. Pelatih berlisensi A pro ini, juga pernah menangani klub-klub di Australia dan Bahrain, memberikan pelatihan, hingga memberi wejangan pada generasi muda.

”Kunci keberhasilan pemain adalah disiplin. Itu hal mendasar dari sepak bola. Disiplin bisa dimulai dari hal-hal yang kecil seperti merapikan tempat tidur. Saat bangun tidur, apa yang kita pegang pertama kali? Saya perkirakan gawai yang dipegang pertama kali. Kini, kebiasaan itu diubah. Mulailah dengan merapikan tempat tidur. Mulailah hal kecil sebelum melakukan yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, kompetisi juggling ini, dimenangkan Ardo Tandonata, 14, dari SSB Ganesa Putra. Siswa SMPN 1 Purwodadi ini, tercatat paling lama menimang bola. ”Biar bisa menang, selama ini saya serius berlatih. Saya sudah bergabung di SBB sejak kelas IV hingga sekarang kelas XI. Saya ingin menjadi pemain timnas,” katanya. 

(ks/int/lin/top/JPR)

 TOP