alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Usai Adu Mulut, Seorang Pria di Jepara Ditemukan Tewas di Persawahan

03 Desember 2020, 12: 59: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

DIAMANKAN: Pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan Dyan meninggal beberapa waktu lalu ditahan di Mapolres Jepara.

DIAMANKAN: Pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan Dyan meninggal beberapa waktu lalu ditahan di Mapolres Jepara. (SATRESKRIM FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Empat pelaku pengeroyokan Dyan Eko Prabowo hingga meninggal akhirnya ditangkap. Pengeroyokan ini terjadi setelah adu mulut.

Kasatreskirim Polres Jepara AKP Djohan Andika menerangkan pengungkapan kasus bermula dari penemuan mayat Dyan Eko Prabowo di persawahan Desa Tigajuru, Mayong pada 26 November lalu.

Ayah korban, kata Djohan, sebelumnya mencoba mencari keberadaan anaknya. Dari keterangan warga, Dyan masih duduk di bok/jembatan saluran air sekitar persawahan sekitar pukul 17.00. Dua jam kemudian baru diketahui korban meninggal. ”Setelah menghimpun keterangan dan penyelidikan pelaku sudah kami amankan,” ujarnya.

Tersangka pertama yang berhasil diciduk yakni Aditiya Subandiyono, 22.  Dia ditangkap pada Senin (30/11) pukul 12.00. Petugas Sat Reskrim Polres Jepara bergerak dengan adanya bukti permulaan yang cukup. Kemudian dilakukan penangkapan terhadap Aditya alias Bolodong saat hendak pergi ke luar kota. Menyusul tiga tersangka lain Iseh Andriyanto, Muhammad Zainur Abidin, dan Vicky Dika Ariyanto yang diringkus polisi.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Seperti pakaian yang digunakan pelaku, pakaian yang digunakan korban, tiga pasang sandal yang ditemukan di tempat kejadian perkara, dan  helm warna merah yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Pengeroyokan ini dipicu setelah adu mulut antara pelaku dan korban.

Para pelaku dijerat pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana. Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, jika kekerasan mengakibatkan maut diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. 

(ks/war/mal/top/JPR)

 TOP