alexametrics
Senin, 18 Jan 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Kasus Lakalantas di Guyangan Sudah Ditangani Sesuai Prosedur

03 Desember 2020, 11: 18: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

DITINDAK: Anak di bawah umur ditindak petugas SatLantas Polres Grobogan.

DITINDAK: Anak di bawah umur ditindak petugas SatLantas Polres Grobogan. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Kasus lakalantas yang melibatkan anak di Desa Guyangan, Godong April lalu diungkit lagi. Ada pihak yang mempermasalahkan lambatnya penanganan Satlantas. Padahal kasus itu sudah ditangani Polsek Godong.

Kasus itu melibatkan dua motor yang dikendarai anak perempuan berinisial P dengan Honda PCX dikemudikan A yang berboncengan dengan dua temannya. Baik pengguna Honda Astrea maupun Honda PCX anak di bawah umur yang sama-sama tinggal satu kampung di Desa Guyangan, Godong.

”Jadi, pengendara Honda Astrea datang ke warung membeli rokok untuk ayahnya. Selesai membeli rokok, korban yang tidak menggunakan helm  langsung menuntun motornya ke jalan minor (jalan pemukiman warga), kemudian diputar ke arah selatan dan dinaiki menuju jalan besar (mayor),” katanya Kanit Laka Lantas Iptu Candra Bayu Septi.

Korban langsung ngegas tanpa membelok arah ke utara dulu. Nah, dari arah utara, muncul motor PCX yang dikemudikan A. Jarak yang dekat membuat kedua motor tabrakan.

Menurutnya, telah dilakukan gelar perkara yang dihadiri Kasat Lantas, Kanit Laka, Kasubbag Hukum, Kasi Propam, Kaur Bin Ops Reskrim untuk penanganan proses penyidikan kasus laka lantas beberapa waktu lalu. ”Setelah peristiwa kecelakaan, kami bersama tim dari Polsek Godong langsung olah TKP. Ada saksi kunci yang melihat langsung tabrakan di antara keduanya,” terangnya.

Pembantu Penyidik unit Laka Lantas Polres Grobogan Bripka Subarjo mengatakan, ada media yang pernyataan kelambanan unit Laka Lantas dalam menangani laka. Padahal yang sebenarnya, saat terjadi laka, personel sedang menangani kasus laka di tempat lain. ”Namun yang menjadi pokok permasalahan dari kejadian ini, kedua belah pihak meminta untuk menyelesaikan masalah ini setelah kecelakaan,” jelas Bripka Subarjo.

Meski begitu, Polsek Godong sebagai wilayah hukum sudah tiba di TKP. ”Di lokasi kejadian, ternyata tidak menemukan kendaraan yang terlibat dalam laka. Namun kami tetap olah TKP dan meminta keterangan saksi, menemukan alat bukti, serta bekas yang berada di lokasi,” jelas Bripka Subarjo.

Kemudian, tim melakukan olah TKP bersama dengan Dishub bidang LLJ. ”Namun, selanjutnya ditangani Polsek Godong,” jelasnya.

Dari insiden ini, Iptu Candra menyayangkan banyak orangtua yang memfasilitasi anak di bawah umur membawa kendaraan sendiri.

Dalam UU Nomor 22/2009 tentang UULAJ Pasal 81 untuk mendapatkan SIM setiap orang harus memenuhi beberapa syarat. Salah satunya usia untuk SIM A, C, dan D minimal 17 tahun, 20 tahun untuk SIM B I, dan 21 tahun untuk SIM B II,” terangnya. 

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya