alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Sepi Pesanan, Pengusaha Dekor Banting Setir Buat Aquarium Gabus

29 November 2020, 20: 25: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

KONSEP ALAM: Aquarium buatan Eko Santoso berbahan Styrofoam yang bisa dikreasikan menjadi aquascape.

KONSEP ALAM: Aquarium buatan Eko Santoso berbahan Styrofoam yang bisa dikreasikan menjadi aquascape. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Semenjak adanya Korona, pengusaha dekor terkena imbasnya, tidak ada pemasukan. Sewa terhenti selama tujuh bulan, dan hidup terus berjalan, masih butuh makan dan lainnya. Inilah yang dirasakan Eko Santoso, pengusaha dekor di Kecamatan Mejobo.

Namun, yang namanya orang memiliki bakat seni, dan suka membuat pernaik pernik. Ide tak akan pernah mati. Sering mendesain perlengkapan dekor dari styrofoam atau gabus. Eko salurkan untuk membuat produk lain, dan bernilai tinggi yakni membuat aquarium dari bahan gabus tempat menyimpan ikan.

Berawal dari ketidaksengajaan, curhatan teman yang ingin memiliki aquarium yang unik dan enak dipandang, tapi dengan harga terjangkau. Selama ini aquascape setidaknya mencapai Rp 400an ribu karena ornamen didalamnya yang masih terbatas, belum lagi kaca cukup mahal.

PRAKTIK: Eko Santoso menunjukkan cara pembuatan aquarium berbahan Styrofoam.

PRAKTIK: Eko Santoso menunjukkan cara pembuatan aquarium berbahan Styrofoam. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Kemudian, ia terbesit untuk mencoba membuat aquarium dari bahan tempat ikan tersebut. Ia bermodal mengukir bentuk perlengkapan dekor, dan diaplikasikan untuk membuat motif dan bentuk di gabus tersebut.

”Saya cuma menggunakan lilin dan hairdryer. Bermain imajinasi saja. Lebih ke corak alam. Bebatuan, seperti bentuk tebing dipinggir pantai. Kemudian, ornamen dalam goa,” jelasnya.

Ia memulai buat aquarium dari gabus sekitar Juni 2020. Kali pertama ia melakukan eksperimen lebih dulu. Kemudian, ia tawarkan ke teman yang sempat curhat padanya. Ternyata responnya bagus, dan langsung dibeli.

”Sekarang pesanan masih berlanjut. Gethuk tular istilah kalau orang Jawa, dari mulut ke mulut. Sejak Juli, sampai sekarang sudah puluhan saya membuat aquarium gabus, dengan pesanan bermacam-macam bentuk,” terangnya.

Eko belajar secara otodidak. Hanya bermodal kreasi, dan imajinasi. Akhir-akhir ini menerima pesanan yang ada ornamen air terjun. Ia, menjelaskan, pembuatannya sangat mudah. Langkah pertama yang dilakukan untuk membuat aquarium dari gabus yaitu membuat desainnya terlebih dahulu.

Ia mempraktikkan, cara untuk mendapatkan lekukan, cekungan, sampai membentuk corak bebatuan alam dengan menggunakan lilin. Tapi, bukan sembarangan, antara imajinasi dan proses membentuk harus menyatu.

Setelah jadi corak seperti yang diinginkan, supaya kuat lalu dilapisi dengan adonan semen. Semuanya sudah selesai tinggal diberi cat dan tempelkan kaca tebal. Bahan-bahan yang diperlukan box stoam bekas tempat ikan, semen, kaca ukuran lima mili meter, lem kaca, cutter, kuas, lilin, hairdryer, dan cat pewarna.

”Kelebihan aquarium gabus ini tidak membutuhkan hiasan didalamnya. Cukup diberi pasir, batu putih, dan sedikit tumbuhan air sebagai pemanis sudah terlihat keren. Karena ornamen bentuk bebatuan sudah memiliki kesan indah, dan alami,” jelasnya.

Eko juga mulai merambah, aquascape yang terbuat dari kaca. Ia mengakui, kesulitan mencari tumbuhan air, karena di Kudus masih langka untuk jenis-jenisnya. Kalaupun ada Eko harus memesannya lewat online atau komunitas.

Untuk harga aquarium styrofoam ukuran 80 x 40 cm dibandrol mulai Rp 200 ribu, sedangkan untuk aquascape ukuran 120 cm x 60 cm bisa sampai Rp1 juta. Eko mengatakan, sekadar sampingan, dan usaha inti dekor tetap diprioritaskan.

”Ya, intinya salurkan hobi bidang seni. Kalaupun nantinya sama-sama jalan Alhamdulillah,” terangnya. 

(ks/san/top/JPR)

 TOP