alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Usai Membunuh, Pelaku Jual Motor Korban Rp 2 Juta, HP Rp 125 Ribu

28 November 2020, 21: 59: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

Polres Semarang melakukan gelar perkara pembunuhan berencana pada siswi SMA Demak di Lapangan Mapolres Semarang. Rabu (18/11)

Polres Semarang melakukan gelar perkara pembunuhan berencana pada siswi SMA Demak di Lapangan Mapolres Semarang. Rabu (18/11) (Maria Novena/Radar Semarang)

Share this      

SEMARANG – Polres Semarang akhirnya melakukan gelar perkara kasus pembunuhan terhadap siswi SMA Demak, Dhea Fauzia Rahma. Tiga tersangka ditetapkan dalam kasus tersebut.

Diantaranya pelaku utama Dicky Ramandany, 19, warga Sikatan, Dusun Manuan Wetan, Tandes, Surabaya. Kemudian pelaku penadah motor Ahmad Muhharya, dan pelaku penadah handphone Lukman Hakim. Motor milik korban dijual dengan harga Rp 2 juta dan handphone dijual Rp 125 ribu.

Baca juga: Pembunuh Siswi SMA Asal Demak di Hotel Bandungan Berhasil Diringkus

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo mengungkapkan ada delapan saksi yang diperiksa. Diantaranya karyawan hotel, keluarga hingga teman sekolah korban. Dari hasil penyidikan motif pembunuhan berunsur karena pelaku sakit hati karena merasa dihina.

Baca juga: Korban Pembunuhan di Hotel Bandungan Dikenal Sebagai Pribadi Ceria

Baca juga: Pembunuh Siswi SMA Asal Demak di Hotel Bandungan Berhasil Diringkus

Kapolres Semarang juga mengungkapkan pelaku baru sekitar dua minggu menjalin hubungan dekat dengan korban. Pihaknya juga mengatakan tidak ditemui tanda-tanda korban dilecehkan. Akibat perbuatan tersebut pelaku pembunuhan terancam hukuman mati atau seumur hidup karena melanggar pasar 340 KUHP dan pasal 80 tentang perlindungan anak. “Hukuman mati karena pembunuhan berencana,” lanjutnya.

Baca juga: Pihak Keluarga Sayangkan Pihak Hotel Terima Anak Berseragam Sekolah

Sementara itu Kasatreskrim Polres Semarang AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar menceritakan pelaku dan korban tiba di hotel Sabtu (15/11/2020) sekitar pukul 08.00. Diperkiran pelaku mengeksekusi korban hanya satu jam. Karena sekitar jam 09.00 pelaku sudah keluar dari hotel.

“Korban izin ke orangtua mau sekolah dijalan ketemuan dengan pelaku. Lanjut ke hotel dan pelaku melakukan aksinya tidak ada dua jam. Pelaku sempat mandi usai melakukan aksi,” timpalnya. (ria/bas) 


(ks/top/top/JPR)

 TOP