alexametrics
Selasa, 11 May 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Emy Listiyani, Gadis Cantik Korban Pembunuhan akan Menikah Desember

27 November 2020, 20: 43: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

Emy Listiany semasa hidup

Emy Listiany semasa hidup (Radar Semarang)

Share this      

SEMARANG – Kematian Emy Listiyani meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Apalagi pada 13 Desember mendatang, Emy hendak melangsungkan pernikahan dengan pria pujaannya, Ibnu Rosikin. “Akan menikah bulan depan. Ini tunangannya masih sedih, nangis,” ujar kerabat korban, Tiara Listiani, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tiara tak menyangka keponakannya meninggal secara tragis. Ia mengaku tidak menaruh firasat apa-apa sebelum kejadian. Tiara terakhir bertemu korban seminggu lalu. “Saya cuma nanya, piye rencana persiapan nikahmu. Bilangnya wis, gitu aja,” katanya.

Baca juga: Gadis Cantik Ditemukan Tewas, Dikira Kecelakaan, Ternyata Dibunuh

Ia membeberkan, awalnya tidak percaya mendengar kabar duka ini yang disampaikan oleh tetangga dekatnya. Namun setelah mendapat kiriman video dan foto terkait korban, baru setengah percaya.

Baca juga: Hasil Otopsi Tunjukkan Ada Bekas Benturan di Leher Belakang Korban

“Saya dikirimi foto motornya dan pelat nomor motornya melalui WA. Tapi saya tidak ingat pelat nomor, hanya ingatnya tahun motornya saja,” ujarnya.
Tiara semakin yakin, setelah mendapat kiriman video terkait korban. Karena ciri-ciri warna jaket dan helm sama dengan yang dikenakan saudaranya.
“Dia biasanya mengenakan jaket merah dan helm warna merah. Pada video itu sama yang digunakan,” jelasnya.
Menurutnya, kepribadian korban dikenal tertutup. Sebelum ditemukan meninggal, sempat berpamitan tidak pulang selepas bekerja di Katering Restu Ibu di Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang. Emy sempat menyampaikan kepada orangtuanya, pasangan Sobirin dan Siti Sakdiyah, akan menginap di rumah temannya.
“Semalam telepon katanya tidak pulang. Tapi tidak tahu kemana. Kemudian tadi pagi sekitar jam 07.00 telepon lagi ke ibunya mau berangkat kerja,” bebernya.
Namun selang kurang lebih satu jam, pihak keluarga mendapat kabar duka terkait meninggalnya korban. Pihak keluarga juga sangat terpukul dengan kejadian ini. Sebab, korban merupakan anak tunggal. “Kami semua berharap, segera terungkap kejadian ini. Orangtuanya sedih,” katanya.
Sore (17/11) kemarin, suasana duka menyelimuti rumah Sobirin dan Siti Sakdiyah. Sejumlah tetangga dan keluarga sedang mempersiapkan pemakaman almarhumah. Ada yang meronce bunga melati dan bunga mawar. Ada yang mempersiapkan tempat jenazah di rumah duka. Sejumlah warga khusyuk mengaji dan membaca tahlil.
Adik sepupu almarhumah, Miranti, mengatakan, kedua orang tua Emy sudah mempersiapkan pernikahan dengan memperbaiki rumah. Rumah dicat warna biru. Tetapi tidak disangka, Emy meninggal begitu cepat. “Manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhan yang menentukan. Padahal Emy itu masih muda, tetapi takdir berkehendak lain,” katanya.
Miranti mengaku, malam sebelum kejadian, Sakdiyah, sang ibu, menduga Emy tidur di rumah calon suaminya. Namun saat dihubungi, calon suami Emy, Ibnu Rosikin, mengaku kalau calon istrinya itu tidak di rumahnya.  “Tidak lama kemudian, sekitar pukul 09.30, kami didatangi petugas Babinsa yang mengabarkan Emy kecelakaan di Jalan Pramuka,” ujarnya.
Miranti menambahkan, Emy adalah putri semata wayang. Ia dikenal tertutup, namun sangat patuh kepada orangtuanya. Miranti pernah bertanya tentang calon suaminya, namun Emy menjawab ketus. Seakan enggan memberikan informasi itu.
“Padahal sebagai saudara, saya kepingin tahu dan mengenal lebih dekat pacarnya. Yang saya tahu, pacarnya sekuriti Unnes,” katanya.
Hal senada diungkapkan kakak ipar korban, Yoga. Pihak keluarga mengaku mendapat kabar Emy meninggal dari petugas Babinsa Gunungpati yang menyatakan kalau Emy kecelakaan. “Kalau malamnya tidak sempat pulang. Keluarga bingung dan tidak tahu pulangnya sama siapa, belum tahu. Bahkan ibunya masih shock karena Emy belum bisa dihubungi,” ujarnya.
Saksi mata yang juga tetangga korban, Eko Wahyu Ningsih, mengaku melihat tubuh korban tidak apa-apa, tetapi kepala sebelah kanan agak benjol, seperti bekas terkena pukulan. Wajah korban juga tidak apa-apa. “HP dan perhiasan Emy hilang. Ada kemungkinan barang korban diambil oleh pelaku,” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Gunungpati AKP Suroso saat dihubungi mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 09.30 dalam posisi tertelungkup dan masih mengenakan helm. (mha/hid/aro)

(ks/top/top/JPR)

 TOP