alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Grobogan Raih Penghargaan Inovasi Publik Berkat Sistem Resi Gudang

26 November 2020, 15: 37: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMBANGGAKAN: Pjs Bupati Grobogan Haerudin (dua dari kiri) menunjukkan piala dan piagam penghargaan Top 45 Inovasi Publik.

MEMBANGGAKAN: Pjs Bupati Grobogan Haerudin (dua dari kiri) menunjukkan piala dan piagam penghargaan Top 45 Inovasi Publik. (HUMAS SETDA GROBOGAN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Pemkab Grobogan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan meraih penghargaan Top 45 Pelayanan Publik 2020. Berkat inovasi Sistem Resi Gudang (SRG).

 Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menpan RB Tjahyo Kumolo kepada Pjs Bupati Grobogan Haerudin di gedung Tribrata Jakarta Rabu ( 25/11). ”Kami berharap inovasi SRG ini mampu memberi manfaat bagi sebagian besar petani yang ada di Kabupaten Grobogan,” kata Pjs Bupati Grobogan Haerudin didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setiawan.

Penghargaan yang didapat ini, diharapkan bisa menumbuhkan SRG-SRG baru. Sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah kabupaten. SRG merupakan program Kemendag yang diperbantukan ke kabupaten-kabupaten di Indonesia. Merupaman sistem tunda jual komoditas pertanian dimana dapat memberikan manfaat dan keuntungan lebih bagi petani.

SRG Grobogan bisa berkembang dibanding kabupaten lain karena berinovasi dengan menerapkan tiga pilar. Yaitu sosial, bisnis, dan edukasi. Inovasi ini telah disesuaikan dengan kondisi sosial budaya petani di Grobogan. Tujuanya agar petani semakin mudah dan tertarik untuk menyimpan hasil panennya di gudang SRG.

”Ada peningkatan jumlah petani yang bersedia meresigudangkan hasil panennya. Sehingga memperoleh keuntungan lebih dibanding jika langsung menjual hasil panennya,” ujarnya.

SRG Grobogan juga memperoleh penghargaan sebagai salah satu SRG terbaik dari Kemendag pada 2019. Disamping itu SRG Grobogan juga menjadi lokasi studi referensi bagi kabupaten lain.

 Keunikan dari SRG mempunyai tiga pilar. Pilar pertama sosial. Implementasinya dengan jemput bola komoditas, kemudahan uji mutu, pengembangan pola kemitraan, pemberian insentif mitra petani, dan jaminan asuransi bagi petani.

Kedua bisnis. Yaitu kerjasama dengan investor (standy buyer), branding (beras SriKandi), promosi (pasar lelang), serta bermitra dengan swasta. Ketiga Edukasi. Yakni pengembangan petani pioneer, pendampingan petani, pemberdayaan kelompok petani dan tempat pembelajaran.

”Harapan besar ke depan pembangunan udang baru sesuai amanat Perpres 79 Tahun 2019. Sehingga SRG menjadi cadangan pangan dan mendorong pengembangan gudang gudang swasta di tingkat kecamatan bahkan sampai desa,” tandasnya.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP