alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Prihatin Abrasi di Kragan, Harno-Bayu Siapkan Strategi Khusus

26 November 2020, 14: 28: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

SERAP ASPIRASI: Calon wakil bupati Rembang no urut 1 Bayu Andriyanto meninjau langsung kondisi rumah warga Pandangan Kulon yang nyaris ambruk diterjang abrasi kemarin.

SERAP ASPIRASI: Calon wakil bupati Rembang no urut 1 Bayu Andriyanto meninjau langsung kondisi rumah warga Pandangan Kulon yang nyaris ambruk diterjang abrasi kemarin. (RADAR KUDUS FOTO)

Share this      

REMBANG – Calon wakil Bupati Rembang nomor urut 1 Bayu Andriyanto prihatin saat meninjau langsung kondisi abrasi di pantai desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan. Di sana ada dua RT yang terdampak. Bahkan ada beberapa rumah yang roboh. Atas kondisi ini, Harno-Bayu jika terpilih sebagai Bupati-Wakil Bupati Rembang pada 9 Desember mendatang akan memberikan perhatian khusus.

Bayu Andriyanto kemarin (25/11) meninjau secara langsung kondisi abrasi pantai yang terjadi di Desa Pandangan Kulon. ”Kami mendapat keluhan dari warga adanya abrasi di Kragan. Hari ini kita pantau secara langsung, melihat kondisi yang terjadi di sini. Ternyata yang terdampak ada 2 RT, yang paling parah ada rumah yang nyaris roboh di sini, beberapa rumah,” terang Bayu.

Bayu menjelaskan, abrasi tersebut disebabkan adanya pembangunan Jeti dan talud pantai yang belum dibangun secara merata. Sehingga, abrasi pantai terus terjadi setiap tahun.

”Jadi ke depan semoga kami mendapat amanah dari warga untuk menang Pilkada. Kami berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan langsung secara merata dalam satu periode tahun anggaran,” ujarnya.

“Ini memang harus dilaksanakan merata secara langsung sehingga tidak berimbas kepada sektor lain. Dalam melaksanakan pembangunan jadi bukan perkara fisik, tapi kondisi masyarakat juga harus diperhatikan. Kita rencanakan betul, pembangunan jeti, talut, langsung dibuat merata,” imbuhnya Bayu.

Suparto, salah seorang warga RT 9, RW 5 Desa Pandangan Kulon menyebut, abrasi yang terjadi di kampungnya tahun ini merupakan insiden terparah. Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

”Rumah saya dari gedek sudah hampir roboh diterjang ombak setinggi itu. Ini yang paling parah kalau dibanding tahun sebelumnya. Gara-gara ada jeti di Pandangan Wetan, ombak disini makin besar,” katanya.

Ia pun berharap kepada Harno - Bayu dapat menuntaskan permasalahan tahunan yang terjadi itu. Menurutnya, pembangunan talut yang terkesan setengah hati itu akan terus mengakibatkan abrasi berkelanjutan. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya