alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

SMAN 1 Jakenan Berinovasi dengan Rumah Kompos

25 November 2020, 17: 32: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

INOVATIF: Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sunoto meresmikan rumah kompos SMAN 1 Jakenan kemarin (23/11).

INOVATIF: Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sunoto meresmikan rumah kompos SMAN 1 Jakenan kemarin (23/11). (SMAN 1 JAKENAN FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – SMAN 1 Jakenan berinovasi dengan mendirikan rumah kompos, kebun sayur dan dapur sehat. Pentingnya inovasi ini untuk mengedukasi siswa mengelola lingkungan dan budaya hidup sehat.

Rumah kompos hingga dapur sehat itu diresmikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sunoto kemarin (23/11). Kegiatan ini juga sekaligus memeringati HUT ke-35 SMAN 1 Jakenan.

Rumah kompos ini tak lain untuk mengolah limbah organik dan dapur di lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 1 Jakenan Wiyarso menerangkan, selama ini lingkungan sekolah menghasilkan banyak sekali sampah. Karena sekolahnya berpenghuni 1.279 siswa ditambah guru dan karyawan sebanyak 112 orang.

”Maka kami berinisiasi bagaimana sampah yang semula masalah menjadi berkah dengan mengolah limbah baik organik dari berbagai tanaman maupun limbah dapur kantin sekolah,” jelas Wiyarso kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pihaknya mampu menghasilkan pupuk cair dari proses olah limbah dapur. Sedangkan limbah organik diolah menjadi pupuk organik padat. Produk pupuk itu dilabeli Subur 35.

Lalu kebun sayur yang turut didirikan untuk menanam sayur organik. Ini sekaligus untuk pembelajaran bersifat praktikal untuk siswa.

”Kebun sayur ini sudah menghasilkan sayuran organik siap panen. Hari ini prosesi panen perdana. Kami ada rencana produk pupuk dan sayur akan dipasarkan ke luar untuk penghasilan siswa,” katanya.

Kemudian, dapur sehat ialah tempat mengolah hasil kebun menjadi makanan sehat untuk dikonsumsi para guru dan karyawan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Sunoto mengapresiasi kegiatan pembelajaran inovatif ini. Jadi siswa tak sekadar digiring untuk penilaian ujian nasional (UN) saja.

Rumah kompos hingga dapur sampah dapat menjadi ajang berkreatifitas dan inovasi bagi siswa. Ini, menurutnya, menjadi kurikulum merdeka belajar. 

(ks/him/top/JPR)

 TOP