alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

PLTU Rembang Kirim Satu Ton Beras untuk Korban Banjir Cilacap

25 November 2020, 06: 44: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDULI: Pjs Bupati Rembang Imam Maskur, PLTU Rembang, BPBD Rembang, Kodim 07/20 Rembang menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir Cilacap.

PEDULI: Pjs Bupati Rembang Imam Maskur, PLTU Rembang, BPBD Rembang, Kodim 07/20 Rembang menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir Cilacap. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - PT Pembangkit Jawa-Bali Unit Bisnis Jasa Operasi dan Pemeliharaan (UBJOM) PLTU Rembang memberi bantuan kepada korban bencana banjir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (24/11). Melalui program Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), PLTU bersinergi dengan BPBD setempat menyalurkan bantuan logistik berupa beras 1 ton.

Musibah banjir kembali terjadi di Kabupaten Cilacap terjadi 17 November lalu. Dari data BPBD Cilacap, setidaknya ada 48.528 jiwa yang terdampak. Sedangkan jumlah pengungsi ada 1.323 KK atau sekitar 3.811 jiwa.

Pemberangkatan pengiriman bantuan dilakukan Pjs Bupati Rembang Imam Maskur dilepas dari halaman Kantor Bupati. Turut mendampingi Plt Kalak BPPBD Rembang, Akhir Budi Asmara, Kasdim Kodim 0720 Rembang.

TANGGAP DARURAT: PLTU Rembang bersama BPBD menggelar pelatihan tanggap darurat untuk warga Bendo, Sluke.

TANGGAP DARURAT: PLTU Rembang bersama BPBD menggelar pelatihan tanggap darurat untuk warga Bendo, Sluke. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

General Manager PT. Pembangkit Jawa-Bali UBJOM PLTU Rembang Hendrie Bastian melalui Manajer Keuangan Dan Administrasi Sukarno menyampaikan bantuan beras ini merupakan salah satu bentuk program CSR dan kepedulian PLTU Rembang dalam rangka membantu penanggulangan bencana alam bagi para pengungsi atas banjir di Cilacap.

”PLTU berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban masyarakat di Cilacap yang terkena musibah. Lebih lanjut korban bencana banjir di Cilacap dimohon tetap menjaga kesehatan dan tetap mamatuhi protokol kesehatan (Protkes) pencegahan Covid-19, selain itu harapanya musibah banjir ini bisa segera selesai sehingga masyarakat bisa segera kembali ke rumah masing-masing dan bisa beraktivitas seperti sediakala,” ungkapnya.

Tidak hanya bantuan sembako bagi korban banjir di Cilacap, dalam beberapa bulan yang lalu PLTU Rembang juga melakukan kerja sama dengan BPBD Kabupaten Rembang dalam hal program penanggulangan kebencanaan.

”Kita kerja sama dengan BPBD Kabupaten Rembang yang sudah mengetahui peta daerah yang rawan terjadi bencana di Rembang. Sesuai hasil diskusi ditentukan model pelatihan tanggap darurat dalam rangka mengantisipasi bencana tanah longsor di desa Bendo, Sluke. Pelatihan dalam hal ini berbentuk teori dan simulasi, untuk instruktur pelatihan ini kita melibatkan dari BPBD, TNI dan Polri,” terangnya.

Pjs Bupati Rembang Imam Maskur menyampaikan Pemkab Rembang sebelumnya telah menyalurkan bantuan sembako. Namun karena Kabupaten Cilacap dilanda banjir susulan yang luar biasa lima hari yang lalu, maka pengungsi sangat membutuhkan bantuan khususnya bahan makanan pokok.

”Pemkab Rembang bersama teman-teman perusahaan. Termasuk dengan PGRI. Kita kompak bareng-bareng dikirimkan lagi sejumlah beras 3,1 ton beras dan puluhan dus air mineral. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan masyarakat kabupaten Cilacap. Penyaluranya dari BPBD Rembang diserahkan BPBD Cilacap,” ungkapnya

Total nilai bantuan yang disalurkan Rp 31,6 juta lebih. Bantuan  terkumpul dari berbagai pihak di antaranya PLTU Rembang. Kemudian BMT Shohibul Ummat, BMT Bus, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Rembang, PT. Rembang Migas Energi (RME) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Rembang.

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP