alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Plt Bupati Kudus Akui Pembelajaran Tatap Muka Belum Siap

24 November 2020, 12: 10: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

KENAKAN APD: Murid SDN 4 Jepang, Mejobo, Kudus, mengikuti masa pengenalan sekolah saat tahun ajaran baru lalu. Setelah itu tak ada pembelajaran tatap muka hingga sekarang.

KENAKAN APD: Murid SDN 4 Jepang, Mejobo, Kudus, mengikuti masa pengenalan sekolah saat tahun ajaran baru lalu. Setelah itu tak ada pembelajaran tatap muka hingga sekarang. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan tahun depan boleh ada pembelajaran tatap muka. Syaratnya, disetujui kepala daerah masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Kudus Hartopo belum memberikan lampu hijau sebagai langkah persiapan tatap muka tahun depan. Alasannya, kasus Covid-19 di Kota Kretek yang masih terus meningkat. Saat ini mencapai 200 dan masyarakat belum sadar sepenuhnya penggunaan memakai masker.

”Pembelajaran tatap muka sekarang ini belum berani saya buka. Melihat situasi lebih dulu. Nanti, saya akan koordinasikan dengan Disdikpora (Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga),” terangnya.

Hartopo menjelaskan, kasus Covid-19 di Kudus sempat mengalami penurunan di angka 100 penderita. Namun, setelah libur panjang ternyata kasus bertambah.

”Kami berharap, kasus covid-19, bisa kembali melandai. Memang (pembelajaran tatap muka) tidak memperhatikan zona. Pada intinya masih kami pertimbangkan. Mudah-mudahan bulan depan bisa mulai persiapan. Tapi, untuk saat ini belum bisa, karena situasi tidak memungkinkan,” jelasnya.

Terpisah, Plt Disdikpora Kudus Harjuna Widodo mengatakan, pihaknya baru menyusun konsep pembelajaran tatap muka. Namun, belum diajukan ke Plt Bupati Kudus Hartopo. Masih dalam pembahasan dengan kepala bidang Pendidikan Dasar (kabid Dikdas) serta kabid Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas).

”Persiapan pembelajaran tatap muka sampai saat ini belum ada. Kami baru menyusun konsep. Tentunya melibatkan semua pihak. Kemendikbud memang memperbolehkan (pembelajaran tatap muka), tapi kewenangan pada kepala daerah dan persetujuan orang tua,” terangnya.

Ditambahkan, menghadapi pembelajaran tatap muka banyak yang dipersiapkan. Mulai dari sarpras cuci tangan, pembersihan kelas karena lama juga tidak ditempati, serta pemenuhan protokol kesehatan guru dan murid. 

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya