alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Direktur RSUD R Soedjati Edi Mulyanto

Jadikan RS Punya Pelayanan Rujukan Covid-19 Terlengkap

24 November 2020, 10: 52: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

GERAK CEPAT: Direktur RSUD R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Edi Mulyanto di kantornya.

GERAK CEPAT: Direktur RSUD R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Edi Mulyanto di kantornya. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

Usai dilantik menjadi Direktur RSUD Raden Soedjati Purwodadi, Edi Mulyanto langsung tancap gas. Salah satunya menjadikan rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Dengan membuka layanan ICU covid, ruang operasi covid, ruang neuristy covid, dan ruang isolasi.

SIROJUL MUNIR, Radar Kudus

EDI Mulyanto menjabat sebagai direktur RSUD Raden Soedjati Soemodiharjo Purwodaid sejak 3 September lalu. Dia menggantikan direktur sebelumnya Bambang Pujiyanto yang sudah pensiun. Program RSUD yang dipimpinnya melanjutkan program sebelumnya. Yaitu menjadikan rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid-19.

Penunjukan itu, dimulai sejak Maret 2020 oleh SK gubernur Jawa Tengah. Menjadi rumah sakit rujukan menjadikan untuk menerima pasien dari beberapa kota dan kabupaten sekitar Kabupaten Grobogan. Kali pertama membuka ruangan untuk ruangan kapasitas sembilan tempat tidur.

”Bertambah jumlah pasien, kami membuka ruang Flamboyan dengan kapasitas 14 kamar tidur. Saat itu, rumah sakit lain belum menjadi rumah sakit rujukan,” kata Edi Mulyanto.

Karena kasus Covid-19 bertambah, pihaknya kembali menambah ruangan. Yaitu membuka ruang Aster dan Mawar dengan 12 kamar tidur.

”Kami juga membuka layanan khusus Covid-19. Yaitu membuka layanan ICU covid, ruang operasi covid, ruang neuristy covid (bayi baru lahir), dan ruang isolasi. Sehingga RSUD punya pelayanan terlengkap se-Grobogan,” terang bapak empat anak ini.

Dijelaskan, penanganan Covid-19 di RSUD mempunyai dokter spesialis, dokter umum, dan perawat. Juga ada bantuan nontenaga kesehatan (nonnakes), mulai dari driver, cleaning service, dan administrasi.

”Pendanaan kami berasal dari RS BLUD. Kami dapat dari Kemenkes dan pemda. Baik sarana prasarana , APD (alat perlindungan diri), hingga perlengkapan lain,” ujarnya.

Selain itu, perawatan serta fasilitas lain meningkatan pelayanan unit gawat darurat (UGD) khusus Covid-19. Ruangan tersebut menjadi lima tempat tidur. Kemudian menambah sarana dan prasarana, menambah kapasitas pengawasan, dan menambah ruang HCU.

Penambahan fasilitas lain, menyediakan poli demam. Yakni sebagai poli screening khusus pasien yang dicurigai Covid-19. Hal itu, sebagai inovasi RSUD R Soedjati dengan standar kesehatan protokol kesehatan.

”Kami juga membuka layanan covid paripurna. Mulai perawatan, pemulasaran jenazah, sampai pemakaman. Kami sediakan peti, memandikan, mengkafani, mendoakan, sampai menguburkan. Inshaallah secara hukum Islam dan agama lain sudah ada rohaniawan,” tandasnya.

Edi juga mengaku banyak warga yang belum sadar tentang Covid-19. Sebab, ada keluarga pasien Covid-19 tak mau menerima untuk dilayani dengan prosedur covid. Ada yang menolak isolasi, menolak dirawat, dan bosan akhirnya minta pulang paksa.

”Kami tidak bisa mencegah. Tetapi kami minta tanda tangan kepala desa setempat sebagai penanggung jawab. Kami contohkan, ada pasien saat masuk sudah stroke, tetapi saat meninggal ndelalah dalam keadaan covid. Jika kelaurga bersedia silakan, kalau tidak ya tak masalah. Tapi, kami catat dan laporkan ke dinas kesehatan kabupaten dan satgas covid,” paparnya.

Sementara itu, Edi Mulyanto sendiri, memulai karir jadi dokter PTT pada 1998 selama tiga tahun. Yaitu di Puskesmas Kradenan 1, Wirosari 1, dan Purwodadi 2. Selanjutnya off beberapa tahun, karena kegiatan di luar serta mengajar di sejumlah perguruan tinggi dan sekolah. Kemudian menjadi PNS pada 2002 dari jalur Kemenkes yang ditempatkan di Kabupaten Grobogan. Dia ditempatkan di Puskesmas Tawangharjo 2.

Selanjutnya sejak 1 Januari 2013 bertugas di RSUD R Soedjati Purwodadi. Dia pernah mengisi kepala seksi (kasi) Pelayanan Medik (Yanmed) I, kepala bidang (kabid) Yanmed, kabid keuangan, serta kabid Perencanaan dan Rekam Medik. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP