alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Tampil Anggun dengan Kebaya Hitam ala Kartini di Edukatif Kultural

23 November 2020, 17: 42: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

PROKES: Sejumlah peserta edukatif kultural tampil ala Kartini mengenakan kebaya hitam dan jarik lengkap dengan face shield untuk prokes.

PROKES: Sejumlah peserta edukatif kultural tampil ala Kartini mengenakan kebaya hitam dan jarik lengkap dengan face shield untuk prokes. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Puluhan perempuan tampil anggun di Pendapa Museum RA Kartini. Kenakan kebaya hitam dan balutan jarik. Mereka hadir untuk Ikuti lomba edukatif kultural museum RA Kartini.

 Mereka datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Berapa pun usianya. Asalkan bisa menulis, menampilkan sosok Kartini yang cerdas dan berkepribadian jawa. Sehingga tidak dibatasi peserta ada anak-anak, remaja dan dewasa.

Mereka yang ikut partisipasi datang dari Kabupaten Rembang, Blora, Pati, Jepara, Wonosobo bahkan Semarang. Untuk menjadi terbaik. Diambil  Juara I, II dan III serta Harapan I, II, III, serta favorit. Dengan diselingi hiburan keroncong, pop dan tarian. 

Total ada 37 peserta yang ikuti ajang lomba tersebut. Mereka sudah terseleksi. Lolos di babak grand final. Dari 62 naskah dan video yang masuk. Untuk dicari pemenang dengan hasil pemaparan hasil karya tulis yang dikirimkan panitia.

”Masing-masing diberikan waktu 5 menit. Lalu disambung pertanyaan dewan juri 2 menit. Sehingga total ada 7 menit setiap peserta plus tanya jawab,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dwi Purwanto melalui Kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan, Retna Dyah.

Untuk mengujinya ada tiga dewan juri. Pertama dari Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Rembang, Edi Winarno. Lalu dua juri lainnya luar kota ada dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Walisongo Semarang dan Museum Ronggowarsito.

Sementara itu Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar), Kabupaten Rembang Purwono menyampaikan lewat lomba tersebut agar generasi muda, khususnya wanita mengapresiasi Kartini tidak hanya sebelah mata. Tidak hanya emansipasi wanita. Setara atau sederajat wanita. Namun agar mempelajari apa sebenarnya diharapkan sosok Kartini.

”Peserta umum. Paling jauh dari Wonosobo. Pendaftaran lewat medsos. Ada 67 peserta, setelah seleksi karya tulis dan video akhirnya ditentukan 37 peserta. Kemudian dipersempit lagi untuk menjadi juara,” katanya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP