alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Tumpukan Sampah di Pati Meluber ke Bahu Jalan Jadi Sorotan

23 November 2020, 16: 38: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

BAU: Kondisi jalan saat terjadi pembakaran sampah yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

BAU: Kondisi jalan saat terjadi pembakaran sampah yang dinilai membahayakan pengguna jalan. (OCHENK FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Pengelolaan sampah di sebuah Tempat Penbuangan Sampah (TPS) di kawasan antara Desa Trangkil, Rejoagung, dan Sambilawang, Kecamatan Trangkil, mendapat sorotan. Hal itu karena sampah yang menumpuk meluber hampir ke jalan raya. Serta aktivitas pembakaran sampah setiap sore dinilai membahayakan.

Haris Rubiyanto, salah satu warga, menemukan kondisi memprihatinkan di lokasi tersebut. Menurutnya tak layak sebagai kawasan berwawasan lingkungan hidup.

Menurutnya Sudah beberapa pekan ini kondisi sampah semakin bertambah. Menggunung memanjang 60 meter, tinggi 60 sentimeter. Tumpukan sampah sudah menutupi beberapa fasilitas umum seperti pal listrik dan berjarak beberapa sentimeter saja dengan jalan raya. ”Hal ini tentu sangat membayakan pengguna jalan,” terang Haris kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Setiap sore, lanjut Haris, sampah dibakar dan menimbulkan polusi udara. Setiap pengguna jalan harus menahan kepulan asap sembari berkendara. Belum lagi jarak pandang menjadi terhalang.

Di atas timbunan sampah yang dibakar tersebut, juga terdapat instalasi kabel listrik yang berisiko terkena percikan api dan suhu panas dari pembakaran sampah tersebut.

Melihat hal itu, pihaknya meminta agar Pemkab Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pengelolaan Umum (DPU) Pati, agar melakukan evaluasi terkait pengelolaan sampah di sana.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati Purwadi mengungkapkan, sebetulnya di tempat itu sudah disediakan kontainer sebagai TPS. Secara periodik diambil oleh DPUTR.

”Untuk mengatasi problem sampah di wilayah sana. Kami sudah mengusulkan pembuatan TPS3R skala kawasan yang bersumber dari APBN. Tempatnya sudah disediakan di jalur bawah Juwana - Tayu. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari TPS yang ada saat ini,” jelas Purwadi.

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP