alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Sehari Bisa Isi 15 Truk, Produksi Gas Rembang Tunjukkan Tren Positif

23 November 2020, 10: 56: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

TREND POSITIF: Pjs Bupati Rembang Imam Maskur (tiga dari kiri) meninjau CNG gas di Kecamatan Sumber baru-baru ini.

TREND POSITIF: Pjs Bupati Rembang Imam Maskur (tiga dari kiri) meninjau CNG gas di Kecamatan Sumber baru-baru ini. (HUMAS PEMKAB FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Produksi gas di Kabupaten Rembang menunjukan tren positif. Dalam beroperasi selama tujuh bulan, satu harinya bisa mengisi gas sebanyak 15 truk. Di mana masing-masing truk tersebut, berisi 5.200 m³.

Tidak hanya produksi gas yang sudah bisa dihasilkan. Keberadaannya juga bisa mengurangi angka penggangguran. Ini bisa dilihat dari total puluhan karyawan. Secara persentase, 90 persen karyawan dari 35 karyawan merupakan warga lokal.

Hal tersebut mengemuka saat Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur mengunjungi Master Station Compressed Natural Gas (CNG) atau stasiun pengisian gas alam terkompresi baru-baru ini. BUMD itu berlokasi di Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber, Rembang.

Imam Maskur dalam tinjauannya menyatakan, adanya BUMD tersebut berdampak pada pengurangan pengangguran. Lingkungan sekitar mendapatkan berkah. Bisa bekerja di bidang migas tersebut.

”Ini bisa memberikan dampak kepada positif kepada pemerintah. Lingkungan juga akan mendapatkan berkahnya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut dia juga kagum akan potensi alam yang dimiliki daerah yang terkenal dengan Kota Garam ini.

Menurutnya sangat luar biasa. Sebab, perusahaan yang beroperasi baru tujuh bulan itu, dalam seharinya bisa mengisi gas belasan truk.

Dalam tinjauan lapangan tersebut, ia berharap perusahaan yang dikelola BUMD Rembang Migas Energi (RME) bersinergi dengan Perusahaan Hulu Energi (PHE) Randugunting dan Bahtera Abadi Gas (BAG) ini, nantinya tahun depan sudah dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara itu, Kepala Stasiun Pengisian CNG Wakhid Abdul Hakim menerangkan, kapasitas gas yang diambil di master station CNG tersebut, baru terpenuhi 70 persen dari target. Dari kapasitas master station 3 mmscfd (million standard cubic feet per day)

”Kapasitas dari master station 3 MMSCFD setara 3.700 MMBTU (million british thermal units) per hari. Kalau target hari ini masih 70 persen atau 2.500 mmbtud yang bisa kita serap per hari,” penjelasanya.

Belum terpenuhinya target karena adanya Covid-19, sehingga produksi menurun. Permintaan gas dari konsumen ikut berpengaruh.

Ditambahkan, gas dari master CNG di Desa Jatihadi disalurkan di sejumlah daerah di Jateng. Mulai dari Kabupaten Pati, Semarang, Salatiga, dan Kabupaten Batang. ”Jika dikirim ke luar Jawa membutuhkan tambahan biaya transportasi,” imbuhnya. 

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP