alexametrics
Jumat, 15 Jan 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Gubernur Ganjar dan Mendes PDTT Resmikan Desa Inklusif

Desa Jatisobo, Sukoharjo, Jati Percontohan

23 November 2020, 10: 40: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI PERCONTOHAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa difabel saat mendampingi Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam peresmian Desa Jatisobo, Sukoharjo, sebagai desa inklusif.

JADI PERCONTOHAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa difabel saat mendampingi Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam peresmian Desa Jatisobo, Sukoharjo, sebagai desa inklusif. (PEMPROV JATENG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SUKOHARJO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meresmikan Desa Jatisobo, Sukoharjo, sebagai desa inklusif. Desa binaan Unversitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta dan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) bersama Kemendes PDTT ini, diharapkan mampu menjadi percontohan desa inklusif di Indonesia.

Acara peresmian yang digelar di Balai Desa Jatisobo pada Kamis (19/11) itu, dilakukan dengan sederhana dan menggunakan protokol kesehatan ketat. Tamu undangan dibatasi. Semuanya wajib memakai masker serta berjarak.

”Saya sangat senang, bangga, sekaligus bahagia dengan pencanganan Desa Jatisobo menjadi desa inklusif. Karena desa inklusif sangat dibutuhkan di Indonesia dan harus terus dikembangkan," kata Abdul Halim Iskandar.

DIRESMIKAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandatangani prasasti tanda Desa Jatisobo, Sukoharjo, sebagai desa inklusif.

DIRESMIKAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandatangani prasasti tanda Desa Jatisobo, Sukoharjo, sebagai desa inklusif. (PEMPROV JATENG FOR RADAR KUDUS)

Dia menuturkan, desa inklusif merupakan representasi dari kebhinekaan bangsa Indonesia. Dengan desa inklusif, maka semua perbedaan yang ada di desa tidak menghalangi masyarakatnya untuk membangun bersama.

”Kalau semua desa di Indonesia ini saling menghormati, menghargai, mengakomodasi, saling memiliki, dan semuanya terlibat, maka akan sangat indah. Siapapun dia, tanpa memandang apa warna kulitnya, sukunya, apakah difabel atau tidak, semuanya dapat berkontribusi membangun desanya masing-masing," tambahnya.

Abdul Halim mengatakan, desa inklusif akan terus dikembangkan di Indonesia. Saat ini, sudah ada banyak desa yang menjadi desa inklusif. Namun UGM dan Kagama ingin membantu dengan cara baru.

”Ini akan kami jadikan pilot project untuk program desa inklusif lain. Desa-desa lain harapannya bisa mereplikasi pada desa inklusif yang sudah berjalan. Sesuai dengan kearifan lokal masing-masing," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah yang juga Ketua PP Kagama Ganjar Pranowo akan menjadikan Desa Jatisobo sebagai percontohan. Sehingga, desa-desa lain di Jawa Tengah dapat mereplikasi untuk menjadikan desanya masing-masing lebih inklusif.

”Tentu saja yang paling penting dari desa inklusif ini adalah semua terlibat. No one left behind. Jadi semuanya dilibatkan, khususnya penyandang disabilitas, kelompok perempuan, dan anak," jelasnya.

Dengan konsep desa inklusif itu, Ganjar berharap desa-desa di Jateng dan Indonesia bisa membangun desanya dengan bersama-sama. Tidak ada lagi bicara soal apa suku, agama, ras, bahkan kondisi fisik.

”Kalau itu dilakukan, maka proses penyusunan program akan lebih baik. Ada representasi semua warga, ada akomodasinya, sehingga masyarakat akan jadi senang," pungkasnya.

Kepala Desa Jatisobo Darmanto mengatakan, total ada 85 difabel di desanya itu. Selama ini, mereka selalu diberikan bantuan dan difasilitasi ternak sapi.

”Setiap rapat, mereka juga kami libatkan. Kami juga memberikan kesempatan pada mereka untuk terlibat di PKK, pokja, posyandu, dan semua kegiatan lain," terangnya.

Untuk aksebilitas, pihak desa juga telah memfasilitasi para difabel mendapatkan jaminan kesehatan dan pendidikan. Sejumlah dana desa juga digunakan untuk membantu para penyandang disabilitas itu.

”Dana desa sudah kami gunakan untuk pengembangan warga difabel sejak 2018 lalu. Sampai saat ini masih terus berlanjut," imbuhnya. (jis/lhr/ida)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP