alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Gunawan, Si Pelukis Pelepah Pisang

Berburu Bahan sampai ke Demak, Karyanya sampai ke Korea

23 November 2020, 10: 27: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

KREATIF: Gunawan bersama sejumlah karya lukisannya berbahan pelepah pisang.

KREATIF: Gunawan bersama sejumlah karya lukisannya berbahan pelepah pisang. (DOK PRIBADI)

Share this      

Gunawan selalu menonjolkan detail-detail dalam lukisan pelepah pisangnya. Mulai memberhatikan bentuk wajah, bibir, kerutan, hingga motif baju. Karena begitu detail, mencari pelepah pisang tak cukup di dekat-dekat rumah. Namun, hingga ke Demak.

VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI, Radar Kudus

SENYUMAN perempuan berjilbab itu merekah. Dari pinggir hidung membentuk garis melengkung mengalir menuju bibir. Mulutnya terbuka sedikit menunjukkan kerapian giginya. Alis tebal dan bola matanya juga berbinar. Namun hanya lukisan.

Baca juga: Milad ke-108, PDM Kudus Dapat Bantuan Mobil Operasional

Jika dilihat, lukisan itu seperti editan melalui aplikasi dari komputer. Sebab, terdapat berbagai gradasi warna yang detail.

Tetapi lukisan itu mamang pure berbahan alami. Pewarnaannya menggunakan pelepah pisang. Ya, inilah karya Gunawan, pelukis sekaligus guru di SMA Santa Maria Rembang. Hasil kreasinya ini, sudah menembus pasar impor.

Kegiatannya melukis ini, baru bergeliat semenjak mengamuknya pandemi Covid-19. Siswa-siswa diminta belajar di rumah. Tak terkecuali dia sendiri. Juga harus bekerja dari rumah. Nah, untuk memanfaatkan waktu luang, Gunawan lantas berselancar di jagad maya. Ketemulah ide membuat lukisan dari pelepah pohon pisang.

Tetapi, ia menjamin. Karya-karyanya tetap autenthic dengan bumbu ilmu kesenirupaan yang ia terapkan. Maklum, pria kelahiran 1969 ini merupakan jebolan pendidikan seni rupa. ”Saya berusaha menggunakan ilmu yang saya dapat waktu kuliah,” katanya.

Ia pun membuktikan bahwa ilmunya tak luntur. Meskipun sebelum menjadi guru seni rupa, Gunawan bekerja selama belasan tahun di perusahaan yang bidang pekerjaannya tak ada kaitannya dengan jurusan kuliahnya. Tak hanya membuktikan bahwa masih ”sakti”.

Awalnya, ia hanya membuat karya untuk mengisi waktu luang. Kemudian juga membuat untuk orang terdekat. Tanpa pasang tarif. Seiring berjalannya waktu, kepiawaiannya itu semakin tersiar.

Melalui usaha ini, Gunawan juga bisa memberdayakan mantan anak buahnya semasa bekerja di perusahaan yang dulu. Dalam mencari pelepah kulit pisang, terkadang harus mencari sampai ke mana-mana. Sebab, ia harus menemukan warna-warna yang sesuai dengan karakter wajah yang ia lukis. Paling jauh sampai ke Demak. ”Ya saya minta carikan pelepah pisang sama mantan anak buah saya dulu. Ngirimnya dipaketkan,” katanya.

Dia menerangkan, proses pembuatan lukisan, biasanya ia meminta foto pemesan terlebih dahulu. Selanjutnya barulah dikerjakan sesuai dengan tahapan. Untuk mendapatkan detail itu, ia menggunakan proses editing di komputer. Agar garis-garis yang dihasilkan bisa lebih maksimal. Setelah itu dicetak dan dijadikan model. Kemudian diukur setiap sentinya agar benar-benar sama saat dilukis dengan pelepah pisang.

Meskipun sudah pro, terkadang Gunawan juga mengalami kesulitan. Pada momen-momen tertentu, dia pernah menerima foto yang memberikan senyum yang terkesan tak biasa. ”Seperti cemberut, tapi aslinya tersenyum,” katanya.

Karena harus detail, ia pun sampai merombak berkali-kali dalam menempel pelepah pisang. ”Sampai kemringet saya,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, karya yang ia hasilkan dinilai baik oleh para kliennya. Saat ini, pesanan datang dari berbagai kota seperti Palangkaraya. Hingga ada yang akan dikirim ke Korea. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya