alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Inovasi Ketoprak Pati Mendobrak Kalangan Milenial

23 November 2020, 09: 48: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

GAYENG: Obrolan tentang inovasi ketoprak di masa pandemi dibahas mendalam di acara bincang kreatif gagasan Dinporapar Kabupaten Pati belum lama ini.

GAYENG: Obrolan tentang inovasi ketoprak di masa pandemi dibahas mendalam di acara bincang kreatif gagasan Dinporapar Kabupaten Pati belum lama ini. (DOKUMEN DINPORAPAR PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Masuk ke dunia milenial menjadi bagian dari upaya meneguhkan kesenian ketoprak agar terus bertahan dan tidak tergilas oleh kesenian yang lain terutama yang modern. Hal itu diungkapkan praktisi kesenian ketoprak Taswelan dalam acara binding kreatif (Bingkai) yang digelar Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati melalui tayangan di channel Youtube belum lama ini.

Asisten sutradara grup ketoprak Siswo Budoyo ini mengaku sajian ketoprak yang ada saat ini dikemas semenarik mungkin. Agar para milenial anak muda tertarik dengan hiburan kesenian ini. ”Salah satunya melalui pementasan-pementasan virtual. Pengemasan cerita-cerita bisa langsung mengena segmen anak muda,” terang Taswelan.

Hal yang sama juga diungkapkan Darno, seniman ketoprak yang juga dari grup Siswo Budoyo. ”Pengemasan cerita dan pementasan harus mengena. Gebyar panggungnya harus terasa. Hal itu bisa dilakukan dengan inovasi. Misalnya penataan lampu yang baik dan setting panggung yang modern,” terang pria yang juga menjadi Sutradara di grup Siswo Budoyo tersebut.

Darno menyebut kesenian ketoprak ini sebenarnya menjadi tontonan yang lengkap. Bisa dinikmati semua golongan. Semua bagian punya segmen sendiri-sendiri. Tinggal berinovasi terus agar tetap kreatif dan menyenangkan untuk ditonton.

”Kami tahu dalam sekali pentas ketoprak, ada beberapa penampilan. Yang suka drama atau sejarah bisa menyimak jalan cerita. Ada sajian laga dengan atraksi dari wayang kepruk, ada humornya, ada campursari-dangdutan. Nah tinggal para seniman untuk terus berinovasi saja. Menampilkan yang terbaik dan tidak monoton agar anak-anak muda menjadi tertarik dengan tontonan ini. Termasuk untuk menggaet anak muda agar kepincut menjadi seniman ketoprak. Sebab ini menjadi bagian dari regenerasi ketoprak Pati,” papar Darno.

Selain membincang tentang inovasi-inovasi kesenian ketoprak selama pandemi, tayangan yang berdurasi satu jam ini juga menyajikan seluk-beluk dunia ketoprak. Mulai dari pemilihan lakon, hingga sejarah dan perjalanan kesenian ketoprak hingga menjadi ikon Bumi Mina Tani. 

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP