alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Kerja Sama dengan Pesaing, Why Not?

22 November 2020, 11: 07: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

Bambang Dewantoro: Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Unissula Semarang; Dosen STIE Semarang

Bambang Dewantoro: Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Unissula Semarang; Dosen STIE Semarang (DOK. PRIBADI)

Share this      

PANDEMI Covid-19 berdampak pada ketidakstabilan ekonomi. Salah satu yang terdampak adalah UMKM. Untuk itu diperlukan strategi bertahan bagi UMKM untuk dapat terus mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi ini.

Anda pusing memikirkan sepak terjang pesaing? Jangan khawatir. Sudah banyak perusahaan internasional yang menyiasati kondisi itu. Dengan menghentikan “permusuhan” dan memilih kerja sama strategis. 

Konsep persaingan pada umumnya adalah win-lose. Di mana suatu perusahaan berusaha mengalahkan pesaing untuk menjadi pemenang pasar (Prasastyo, 2010). Kompetisi akan dimenangkan oleh perusahaan yang memiliki sumber daya lebih unggul. Sebaliknya perusahaan dengan sumber daya yang lebih terbatas cenderung kalah.

Bagi perusahaan dengan sumber daya terbatas, strategi kompetisi menjadi sulit dimenangkan. Untuk UMKM yang ingin menekan biaya dihadapkan pada terbatasnya sumber daya, rendahnya skala ekonomis, dan harga yang kurang kompetitif.

Untuk menutup segala kelemahan UMKM, kerja sama dengan pihak eksternal menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan. Kerja sama dengan pesaing akhirnya bukan menjadi sesuatu yang mustahil. Situasi di mana perusahaan dan kompetitor secara bersamaan bekerja sama (cooperation) dan bersaing (competition) untuk mengkreasikan value disebut dengan coopetition (Le and Czakon, 2015).

Coopetition adalah istilah yang mencakup kerja sama dan persaingan secara bersamaan. Meskipun koopetisi umumnya digunakan oleh perusahaan besar di masa lalu, belakangan ini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyadari. Hal tersebut memiliki beberapa keuntungan bagi mereka.

Kerja sama diterapkan oleh UMKM dan memberikan banyak manfaat bagi bisnis ini. UMKM yang menerapkan strategi koopetisi masuk ke beberapa pasar dengan mudah dengan berkolaborasi satu sama lain di berbagai area dan mengumpulkan sumber daya yang langka dan saling melengkapi.

UMKM yang terlibat dalam berbagi pengetahuan strategi bersaing yang mungkin menjadi sumber utama keunggulan kompetitif. Koopetisi dapat digunakan untuk berbagi biaya dan resiko, memimpin inovasi, dan secara kolektif mengembangkan sumber daya dan kapabilitas bersama kompetitor (Aladag, 2013).

Koopetisi memiliki tiga dimensi utama. Yaitu kepercayaan, komitmen, dan saling menguntungkan. Dimensi pertama adalah kepercayaan dipandang sebagai faktor terpenting dalam hubungan dengan pesaing. Kedua, dimensi komitmen dianggap penting. Ketiga, dimensi saling menguntungkan memiliki nilai rata-rata terkecil dibandingkan dengan dimensi koopetisi lainnya, dan menilai kolaborasi dengan pesaing secara positif.

Sebagai contoh setiap pelaku UMKM memiliki konsumen masing-masing dan unit pemasaran masing-masing. Jika salah satu di antara mereka yang kehabisan stok barang, bisa meminta kepada pelaku UMKM lain yang masih memiliki stok barang. Begitupun dalam hal perolehan bahan dasar produksi.

Strategi coopetition sangat penting agar UMKM mampu bereaksi dengan cepat dalam menghadapi konsumen yang semakin demanding. Kompetitor yang bergerak sangat cepat menuntut UMKM untuk lebih cepat dalam berinovasi.

Oleh karena itu, dengan segala keterbatasan yang melekat pada UMKM, perlu strategi dengan cara bekerja sama dengan pesaing. Namun masih tetap ingin menjadi yang terbaik.

Dengan menerapkan strategi coopetition, UMKM akan lebih mampu mengkreasikan nilai bagi konsumen dan memperluas pasar dengan biaya rendah dibandingkan jika UMKM bekerja sendiri.

Oleh karena itu, pelaku UMKM seharusnya tidak ragu dalam menjalin kemitraan dengan pesaing. Pemerintah sebagai regulator dan inisiator dapat berperan penting dalam menjembatani hubungan antara UMKM berskala besar dan kecil. Simbiosis mutualisme dapat di wujudkan melalui sharing informasi dan sumber daya lainnya melalui pembentukan paguyuban. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya