alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Semarak seminar nasional "Santri Go Preneur"

21 November 2020, 17: 23: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

Semarak seminar nasional "Santri Go Preneur"

(ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Kamis, 19 November 2020 bertempat di UTC Convention Hotel Semarang, MPR RI menggandeng Santrendelik menggelar seminar nasional. Seminar yang bertajuk "Santri Go Preneur" itu memang diperuntukkan bagi kaum muda khususnya tobaters-sebutan jamaah Santrendelik- serta masyarakat umum.

Dimulai pukul 13.00 WIB dan diakhiri pukul 16.30 WIB, seminar tersebut berjalan sesuai protokol kesehatan.

Tak bisa dipungkiri bahwa covid-19 memberikan dampak luar biasa bagi dunia. Terutama di bidang ekonomi. Banyak perusahaan yang terpaksa harus merumahkan karyawan-karyawannya. Bahkan, ada beberapa bisnis kecil yang juga tak lagi mampu beroperasi. Oleh sebab itulah, MPR RI merasa perlu untuk terjun ke masyarakat, membangkitkan kembali semangat entrepreneurship. Itulah tujuan utama diselenggarakannya seminar nasional tersebut.

(ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Seminar nasional ini menghadirkan empat narasumber. Keempat narasumber tersebut diantaranya : Ibu Hj. Lestari Moerdijat, Ikhwan Syaefulloh, Hendi Wijanarko serta Ustaz Dr. Fakhrudin Aziz, Lc., MSI.

Ibu Hj. Lestari Moerdijat selaku Wakil Ketua MPR RI periode 2019-2024 langsung menyapa para peserta melalui media zoom. Beliau menekankan bahwa setelah ini yang akan bertahan dan bangkit dalam bisnis adalah mereka yang memiliki integritas tinggi. Selain itu, Ibu Rerie-sapaan akrabnya- juga memperingatkan bahwa kaum muda sudah selayaknya bangkit dan menjadi solusi di tengah pandemi seperti sekarang ini.

(ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Narasumber selanjutnya ialah Ikhwan Syaefulloh. Melaui materi "Rukun Branding"nya ia membagikan tips, trik dan strategi dalam perencanaan bisnis. Dalam diskusi tersebut, Ikhwan juga mendorong para peserta untuk jangan mau mengalah dengan keadaan. Terutama kaum muda, harus pandai membaca peluang. "Setiap produk pasti ada jodohnya. Ngga perlu khawatir!" Tutur Founder Santrendelik yang juga memiliki beberapa bisnis di Jawa Tengah tersebut.

Tak kalah menarik, Hendi Wijanarko turut menyuguhkan materi yang asyik. Ia memaparkan tentang pasar Internasional. Ia sendiri mengaku bahwa agrobisnis yang ia tekuni saat ini sudah merambah ke lini ekspor. Ia mengungkapkan bahwa bisnis ekspor tidak selalu rumit. Melalui berbagai usaha seperti memperluas market place, memanfaatkan jaringan internet dan teknologi masa kini, produk lokal Indonesia sangat mungkin untuk mampu bersaing di kancah Internasional.

(ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Penutup dari seminar tersebut ialah Dr. Fakhrudin Aziz, LC., M.SI. Dosen UIN Walisongo itu menjelaskan tentang pentingnya nilai-nilai Islam yang perlu diterapkan dalam sebuah bisnis/usaha. Ada tiga nilai yang setidaknya perlu dimuat dalam bisnis. Ketiga nilai tersebut adalah : Asas, A'mal dan Amal. Asas adalah prinsip. Artinya, seseorang dalam hal bisnis harus memiliki niat dan motivasi. Tanpanya, mustahil sebuah bisnis akan bertahan lama. Kedua ialah A'mal. A'mal artinya startegi. Maksudnya, strategi apa yang digunakan dalam bisnis tersebut untuk mencapai apa yang menjadi tujuan bisnis itu sendiri. Terakhir adalah Amal. Bahwa dalam bisnis, seorang pebisnis juga tidak boleh melupakan zakat dan infaknya. Justru hal ini nanti yang akan menjadikan bisnis tersebut menjadi berkah.

Tuntas sudah semua materi disampaikan. Sebelum acara ditutup, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Fakhrudin Aziz, LC., MSI.

(ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Melihat antusiasme yang cukup tinggi, akankah acara semacam ini akan diselenggarakan kembali? Entahlah. Hanya saja, Santrendelik sendiri sebetulnya sudah memiliki jadwal ngaji rutin tiap Kamis malam yang biasa disebut "Nongkrong Tobat". Biasanya, acara itu diselenggarakan on ground di Santrendelik. Karena lagi-lagi corono, acara tersebut dipindah ke daring via zoom. Jika corona ini sudah reda, Nongkrong Tobat nanti pasti akan diselenggarakan seperti sedia kala. Di mana lokasinya? Di Jalan Kalialang Lama IX no. 44, Sukorejo, Gunungpati, Kota Semarang. Catat ya alamatnya! Ngaji di sana bersama rombongan dijamin seru dan mengasyikkan. Jika tidak percaya boleh intip Instagramnya di @santrendelik. Eits, hati-hati kepincut, lho!

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya