alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Panitia Pilkada di Blora Positif Korona Tambah Satu

19 November 2020, 12: 07: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

PASTIKAN SEHAT: Beberapa penyelenggara Pilkada di Blora di-rapid test baru-baru ini.

PASTIKAN SEHAT: Beberapa penyelenggara Pilkada di Blora di-rapid test baru-baru ini. (DINKES BLORA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Penyelenggara Pilkada yang positif Covid-19 di Kabupaten Blora bertambah satu. Sehingga jumlah positif menjadi 20 orang.

Diberitakan sebelumnya, penyelenggara pilkada wajib rapid test untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Ada sekitar 20 ribu penyelenggara pilkada yang menjalani rapid test.

Mereka meliputi Petugas Pemilih Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan petugas ketertiban di tempat pemungutan suara (TPS).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora Henny Indriyanti mengungkapkan, jumlah mereka yang telah dilakukan rapid test sebanyak 10.356 orang. Dari jumlah itu, mereka yang dinyatakan reaktif ada 274 orang.

”Keluarnya sedikit-sedikit. Tidak langsung. Sementara yang positif swab ada 20 orang,” kata dia.

Tes masih akan terus dilakukan hingga seluruh penyelenggara di-rapid test, dan mereka yang reaktif akan dites swab atau usap tenggorokan. Hal itu untuk memastikan para penyelenggara Pilkada benar-benar aman dari virus tersebut.

Ketua KPU Blora M. Khamdun menyatakan hingga kemarin tidak ada kendala terkait proses persiapan coblosan 9 Desember mendatang. Sebab, mereka yang dinyatakan positif sudah di-back up oleh petugas yang lain.

”Semua sudah bisa di-back up oleh penyelenggara lain. Tidak ada masalah,” kata dia.

Untuk diketahui, mereka yang dinyatakan positif Covid-19, seluruhnya diminta menjalani isolasi mandiri di rumah. Sebab, mereka tergolong orang tanpa gejala (OTG). Apabila dalam 10 hari ke depan tetap tidak terdapat tanda-tanda, mereka sudah diperbolehkan aktivitas kembali.

KPU Blora bekerja sama dengan Dinkes setempat melakukan rapid test kembali mendekati Pilkada 9 Desember. Digelar sejak 7 November lalu, rencananya rapid test akan dilakukan hingga 24 November mendatang dengan menyasar 20 ribu penyelenggara.

(ks/ful/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya