alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Sumur di Rembang Masih Keluarkan Gas, Warga Tak Berani Ngebor Tanah

19 November 2020, 12: 01: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

TITIK SEMBURAN: Lokasi sumur yang mengeluarkan gas di Desa Dowan, Kecamatan Gunem, Rembang, diberi garis polisi beberapa waktu lalu.

TITIK SEMBURAN: Lokasi sumur yang mengeluarkan gas di Desa Dowan, Kecamatan Gunem, Rembang, diberi garis polisi beberapa waktu lalu. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Lokasi sumur di Desa Dowan, Gunem, Rembang, masih mengeluarkan gas. Meskipun dengan intensitas kecil. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang masih memantau secara berkala.

Bau dari gas itu masih dirasakan warga sekitar. Akibat kejadian itu warga tak berani mengebor sumur.

Sujad, kepala Dusun Dowan, yang rumahnya juga berada di sekitar lokasi menyatakan, pihaknya juga diminta untuk memantau perkembangan gas selama sepekan semenjak didatangi Tim ESDM Provinsi beberapa waktu lalu. Selain itu, ia juga sudah memastikan bahwa gas tersebut tak mudah terbakar.

”Ada bau-bau. Tapi itu ya mungkin bagi yang punya paru-paru agak berbahaya. Tapi kan orang-orang sehat masih biasa. Tidak begitu berpengaruh,” jelasnya.

Kata dia, semenjak kejadian ini warga sekitar lebih berhati-hati apabila hendak mengebor sumur.

”Kalau  sudah ada kejadian gini, meskipun tidak ada yang melarang. Yang mau ngebut pikir-pikir. Jangan-jangan nanti sama,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Minggu (8/11) ada warga yang mengebor untuk membuat sumur. Pekerjaan itu dilanjutkan esoknya pada Senin (9/11). Sekitar pukul 12.00, muncul bau menyengat. Kemudian, titik mngeboran itu pun mendesis mengeluarkan gas. Dengan bau seperti LPG yang bocor. Beberapa pihak dari desa hingga kepolisian pun turun tangan. Dan lokasi itu pun diberi garis polisi.

Semburan gas di Desa Dowan itu diketahui memiliki kandungan berbahaya. Meskipun intensitasnya sudah menurun dalam kurun waktu sekitar sepekan. Dari tinjauan itu Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pekan lalu, terdapat kandungan HS2 dan CO2.

Kandungan tersebut dinilai membahayakan apabila dihirup. Sehingga untuk sementara ini di lokasi dipasang pipa sekitar empat meter. Untuk mengalihkan semburan gas langsung ke atas sehingga meminimalisasi penyebarannya di lingkungan sekitar.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Rembang Pramujo menyampaikan dari pantauannya terakhir kali Senin (16/11), di lokasi masih keluar gas. Tetapi dengan intensitas kecil. ”Nanti saya komunikasi lagi,” katanya.

Sementara ini, lanjut dia, pipa untuk mangatur arus gas masih dipasang. Agar gas tidak menyebar ke ruang terbuka sekitar warga. Kemudian juga masih diberi police line dari polsek Gunem. Upaya ini akan tetap dilakukan sampai gas benar-benar dinyatakan tidak keluar lagi. Setelah itu baru dilakukan nutupan secara permanen. ”Nanti dicor,” imbuhnya.

Ia menambahkan sejak pekan lalu saat tim dari ESDM Provinsi ke lokasi kondisi gas juga masih keluar. ”Ini informasi sudah turun,” katanya.

Sementara ini pihaknya masih berkomunikasi via telpon bersama dinas ESDM provinsi.

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP