alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Dinsos P3AP2KB Kudus Luncurkan Kancamu untuk Dongkrak Angka KB

19 November 2020, 11: 26: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

Dinsos P3AP2KB Kudus Luncurkan Kancamu untuk Dongkrak Angka KB

KUDUS – Dinas Sosial P3AP2KB Kudus melalui bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) meluncurkan aplikasi Berencana Bersamamu (Kancamu) di aula kemarin (18/11). Aplikasi ini untuk membantu pembinaan KB di tingkat desa. Dengan begitu dapat mendongkrak angka KB.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus Mundir, menjelaskan aplikasi ini gagasan dari Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Any Wilianti. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas capaian kepesertaan KB dengan memakai alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Saat ini, kata dia, capaian kepesertaan KB di Kudus cukup baik. Namun masih perlu dimaksimalkan kembali. Maka, pihaknya melibatkan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan sub PPKBD yang ada di wilayah RW untuk membantu.

INOVASI BARU: Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Mundir memperlihatkan aplikasi Kancamu di ruangan kerjanya kemarin.

INOVASI BARU: Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Mundir memperlihatkan aplikasi Kancamu di ruangan kerjanya kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Cara kerjanya, warga mengunduh aplikasi playstore. Kemudian registrasi lalu memilih pelayanan yang diinginkan. Jika warga ingin melakukan KB, petugas akan menjemput untuk diantar ke puskesmas atau klinik.

Mundir menjelaskan, wilayah yang sadar KB kategori tinggi yakni Kecamatan Gebog, Undaan, dan Mejobo. Sedangkan kesadaran yang masih kurang Kecamatan Bae dan Jekulo.

Kendala untuk wilayah yang kurang, kemungkinan masyarakat sudah melakukan KB secara mandiri. Sebab hanya orang-orang tertentu yang mau difasilitasi pemerintah.

Dalam Hari Kontrasepsi sedunia tahun ini, Kudus mampu memenuhi target yang diberi Pemprov Jawa Tengah. Yakni mencapai 105 persen.

Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Any Wilianti mengatakan, masyarakat dapat menjadi calon akseptor dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi ini. Proses pendaftaran itu akan menyimpan informasi umum yang dibutuhkan pendaftar. Kemudian, lokasi pendaftar akan direkam GPS-nya sehingga bisa di pin point sesuai Google Map.

Lalu, pendaftar hanya perlu menunggu sampai dikunjungi atau dihubungi penyuluh KB/PPKBD yang akan melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).

Dengan aplikasi ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan jumlah peserta baru. Terutama yang menggunakan smartphone tapi ingin mendapatkan pelayanan dengan usaha minimal.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya