alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Bea Cukai Kudus Bersinergi dengan Pemkab Jepara dan LPEI

19 November 2020, 10: 34: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

Bea Cukai Kudus Bersinergi dengan Pemkab Jepara dan LPEI

JEPARA – Bea Cukai Kudus menggelar acara Sarasehan Pengembangan Ekspor dan IKM Berbasis E-Commerce, Pemanfaatan Fasilitas KITE IKM, dan Pembiayaan Ekspor LPEI pada Selasa (17/11) lalu. Pesertanya eksportir dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Diharapkan pelaku UKM dapat memanfaatkan kemudahan fasilitas. 

Agenda sarasehan ini dilaksanakan Bea Cukai Kudus, Dinas Peridustrian dan Perdagangan Jepara, serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia(LPEI). Acara ini juga dihadiri perwakilan dari asosiasi di Jepara, di antaranya, HIMKI, ASEPHI, KADIN, dan HIPMI. 

Acara dibuka Kepala Kantor Bea Cukai Kudus Gatot Sugeng Wibowo. Kemudian dilanjut sambutan Kepala Disperindag Jepara Ratib Zaini. Dalam sambutannya, baik Gatot maupun Ratib, menyadari adanya potensi ekspor dari UMKM di Jepara. Keduanya berkomitmen akan memfasilitasi pelaku UMKM di wilayahnya untuk meningkatkan ekspor dan daya saing di pasar mancanegara.

TUMBUHKAN EKONOMI: Bea Cukai Kudus bersama Disperindag Kabupaten Jepara serta LPEI menggelar sarasehan pengembangan ekspor dan IKM pada Selasa (17/11) lalu.

TUMBUHKAN EKONOMI: Bea Cukai Kudus bersama Disperindag Kabupaten Jepara serta LPEI menggelar sarasehan pengembangan ekspor dan IKM pada Selasa (17/11) lalu. (BEA CUKAI KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Kepala Divisi Trade Finace LPEI Muhammad Syafruddin mengatakan, dalam rangka mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pihaknya siap mendukung sektor UKM berorientasi ke pasar ekspor. LPEI sendiri telah mendapatkan mandat Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dari pemerintah.

”Pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan lunak dengan imbalan maksimal enam persen,” terangnya.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini mengatakan, dengan fasilitas Kemudahan Import Tujuan Ekspor Industri Kecil Menengah (KITE- IKM), pelaku usaha akan mendapat pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN serta PPnBM atas bahan baku. Sekaligus bahan penolong dan barang modal untuk hasil produksi tujuan ekspor.

Dengan pembebasan ini, kata dia, dapat mengurangi biaya produksi. Sehingga mampu meningkatkan daya saing produk ekspor dari sisi harga yang kompetitif. Pihaknya berharap pelaku IKM bisa memaksimalkan fasilitas ini.

”Kami telah mendekatkan tempat layanan Bea Cukai untuk masyarakat Jepara dengan membuka gerai layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jepara. Masyarakat dapat berkonsultasi tentang pemanfaatan fasilitas atau hal lainnya,” tambahnya.

Hadir juga pemateri Yanuar Aris Budianto selaku Digital Marketing Consultant. Dalam kesempatannya Aris menyampaikan, pentingnya peran digital marketing dalam pemasaran produk dalam negeri maupun mancanegara. Salah satunya melalui website sendiri maupun melalui e-Commerce yang sudah ada.

Dengan diselenggarakannya acara tersebut diharapkan mampu memberi solusi atas kendala yang dialami pelaku bisnis sektor UMKM. Terkait pemasarkan produknya ke mancanegara. Output-nya hasil produksi UMKM Indonesia di Jepara dapat bersaing di pasar internasional dan turut meningkatkan perekonomian nasional. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya