alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Bupati Blora Penuhi Panggilan Bawaslu Terkait Paket Bansos

18 November 2020, 16: 24: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

PENUHI PANGGILAN: Bupati Blora Djoko Nugroho memberikan keterangan di Bawaslu Blora kemarin sore.

PENUHI PANGGILAN: Bupati Blora Djoko Nugroho memberikan keterangan di Bawaslu Blora kemarin sore. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho memenuhi panggilan Bawaslu Blora kemarin. Bupati yang disapa Kokok datang bersama dua ajudannya sekitar pukul 14.00. Kokok dimintai keterangan atas pelaporan sekelompok masyarakat terkait paket bansos yang di dalamnya terdapat kalender bergambar salah satu paslon Pilkada.

Bupati Kokok mengaku tidak tahu bila di dalam paket bansos berisi sembako tersebut terdapat kalender bergambar salah satu paslon. Meski, dirinya mengakui memberikan secara simbolis kepada salah satu korban angin puting beliung di Randublatung tersebut.

”Katanya kalender. Saya kan hanya memberikan secara simbolis satu orang. Kemudian pergi. Yang lainnya yang mengasihkan ada koramil, pak camat, kapolsek,” tuturnya usai memberikan keterangan kepada Bawaslu.

(SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Kokok mengatakan, paket bansos berupa sembako yang akan diberikan kepada para korban itu sudah dibongkar sebelum dirinya datang. Banyak warga yang sudah melihat paket bansos tersebut. Bahkan dirinya menunggu lama sebelum paket bansos  diberikan.

Dia sempat menunggu beberapa lama. Ketika dirinya datang, yang mau menerima belum datang. ”Tidak benar (yang dituduhkan),” tambah Kokok.

Ketua Bawaslu Blora Lulus Mariyonan mengatakan ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan pihaknya bersama kejaksaan dan kepolisian terhadap Bupati Kokok. Lulus menyatakan, Bupati Kokok mengakui bansos tersebut dari Pemkab.

”Pak Bupati mengakui bansos tersebut memang dari pemkab. Terkait kalender di dalam paket bansos itu, Bupati mengaku hanya tahu di dalamnya paket bansos saja. Tidak tahu di dalamnya ada kalender,” kata Lulus.

Selain memanggil Bupati Kokok, Bawaslu Blora juga telah memanggil Camat Randublatung Budiman serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Mulyowati. Hari ini, rencananya pihaknya memanggil Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak (Dinsos-P3A) Indah Purwaningsih serta Irawan, kasubbag Protokol di Setda Blora.

Lulus menyatakan setelah klarifikasi selesai, pihaknya mengkaji bersama Gakkumdu, yakni meliputi Bawaslu, Polres, dan Kejaksaan. Sesuai dengan tata cara penanganan penanganan, prosesnya maksimal lima hari.

”Ini (kemarin, red) hari kedua setelah registrasi. Berarti masih ada tiga hari lagi,” tukas Lulus. 

(ks/ful/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya