alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Enam Residivis Lintas Provinsi Digulung di Blora, Satu di Rembang

18 November 2020, 16: 13: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

TAK BERKUTIK: Para residivis perampokan di Kelurahan Sonorejo digelandang ke Polres Blora kemarin.

TAK BERKUTIK: Para residivis perampokan di Kelurahan Sonorejo digelandang ke Polres Blora kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA - Enam perampok berhasil diringkus Polres Blora Senin (16/11). Satu pelaku diringkus di Rembang. Lima pelaku lainnya diringkus di Kuningan Jawa Barat. Mereka tiba di Polres Blora kemarin. Para tersangka dinaikkan dua mobil.

Kelima perampok terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena hendak melarikan diri. Satu pelaku tidak ditembak karena tidak ada perlawanan atau mau melarikan diri.

Enam pelaku tersebut Rosid Anwar, 23, warga Kecamatan Batangan, Pati; Muhaimin, 30, warga Wonorejo, Pasuruan Jatim; Wahyu Heri, 30, warga Kecamatan Wonorejo, Pasuruan, Jatim; Khoirul Anam, 30, warga Pasuruan Jatim; Slamet, 37, warga Kabupaten Rembang; serta Rusiwan, 36, warga Kabupaten Banyumas.

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Setiyanto mengungkapkan setelah Polsek Blora mendapatkan laporan adanya perampokan di Kelurahan Sonorejo, Blora, Jumat (13/11), jajaran Satreskrim Polres Blora bersama Unit Reskrim Polsek Blora langsung olah TKP. Dalam penyelidikan dibantu Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng. Akhirnya, petugas berhasil mengamankan RA, 23, warga Batangan, Pati, yang berperan sebagai sopir saat kejadian perampokan. RA diamankan saat berada di Kabupaten Rembang.

Hasil penangkapan kemudian, dikembangkan lagi. Hingga akhirnya dilakukan pengejaran hingga Jawa Barat dan di Kabupaten Kuningan. Akhirnya, lima tersangka lainnya berhasil diamankan.

Menurutnya, sempat terjadi adegan menegangkan dalam proses penangkapan. Pasalnya lima pelaku berusaha melarikan diri saat disergap oleh petugas di jalan raya di wilayah Kuningan, Jawa Barat. “Waktu penangkapan tidak ada perlawanan. Namun mereka sempat mau melarikan diri. Sehingga akhirnya dilumpuhkan,” terangnya.

AKP Setiyanto menambahkan, enam pelaku perampokan tergolong sadis. Sebab mereka nekat mengancam korban dengan mengalungkan senjata tajam di leher korban. Bahkan salah satu tersangka menarik perhiasan gelang dan kalung yang dipakai korban dengan paksa. ”Satu keluarga disekap di kamar. Mulut di tutup lakban. Kaki dan tangannya diikat dengan kabel dan selimut. ”Sehingga tersangka leluasa mengobrak-abrik rumah korban untuk mencari barang berharga,”tegasnya.

Menurutnya, penangkapan kawanan perampok ini dipimpin langusng oleh Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Blora Iptu Edi Santosa dan Kanit Buser Ipda Budi Santosa. Hasilnya, berhasil mengamankan enam tersangka. Selain itu, berhasil mengamankan barang bukti dua unit mobil warna putih. Uang tunai diduga hasil tindak pidana tersebut Rp 4,5 juta, 3 buah perhiasan gelang emas, satu buah perhiasan cincin, satu pasang perhiasan anting, satu buah jam tangan warna kuning cokelat dan 7 buah HP berbagai merk dan tipe. Serta satu buah Sibu (sarung muka) warna hitam.

Berikutnya,  satu buah tang warna biru silver, satu buah linggis pendek warna biru. Satu  buah lampu center kepala kecil warna hitam kuning. Satu buah lakban besar warna hitam. Satu buah tali simpul pramuka warna putih. Ditambah, satu buah sarung golok warna doreng hijau, satu buah obeng kecil yang bertangkai warna hitam. Satu buah Hand Phone merek Nokia. Satu buah celana pendek warna hitam. Satu buah jaket warna hitam bertuliskan Kenzo. Satu buah sandal warna hitam merk Fladeo. Satu buah masker sensi warna putih. Dua buah parang bertangkai kayu. Empat batang besi bentuk bulat dan dua buah besi betel yang ujungnya gepeng. “Setelah dilakukan investigasi, ternyata mereka adalah komplotan residivis lintas kota dan provinsi,” bebernya. 

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya