alexametrics
Jumat, 04 Dec 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tujuh Belas Fosil Resmi Jadi Cagar Budaya

17 November 2020, 14: 21: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SUDAH PENUH: Petugas membersihkan fosil gading gajah purba di Museum Patiayam Jekulo Kudus belum lama ini.

SUDAH PENUH: Petugas membersihkan fosil gading gajah purba di Museum Patiayam Jekulo Kudus belum lama ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Sebanyak 17 fosil resmi ditetapkan menjadi cagar budaya. Fosil itu meliputi gajah, kerbau, moluska, dan hiu. Fosil itu sudah lolos kajian dan utuh.

Untuk itu, kemarin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mengadakan acara sosialisasi Museum Situs Purbakala Patiayam. Dalam acara ini perwakilan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran diminta menjadi narasumber.

Dalam acara itu dibahas berbagai hal. Mulai dari penetapan fosil sebagai benda cagar budaya, perawatan, hingga penyelamatan fosil.

Kepala Disbudpar Kudus Bergas Catur Sasi Penanggungan melalui Kabid Kebudayaan Lilik Ngesti W mengatakan, benda-benda temuan Situs Purbakala Patiayam ini akan ditetapkan menjadi kekayaan 17 fosil yang ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh Plt Bupati Kudus Hartopo. Fosil-fosil ini  sudah melalui kajian dari ahli arkeologi,” jelasnya.

Fosil-fosil itu, kata dia,  ditemukan di tujuh desa penyangga. Yakni, Desa Rejosari dan Kandangmas, Kecamatan Dawe.

Kemudian, lima desa di Kecamatan Jekulo. Yakni Desa Terban, Honggosoco, Klaling, Tanjungrejo, dan Desa Gondoharum.

”Jadi, tujuh desa peyangga sebagai kawasan penemuan fosil. Jika dikemas dan dikelola dengan baik, maka bisa jadi destinasi wisata baru,” jelasnya.

Pamong Budaya Ahli Muda BPSMP Sangiran Dody Wiranto mengatakan, yang khas dari fosil temuan di Situs Purbakala Patiayam dibandingkan situs lainnya yakni pada lapisan Nongko fosil temuan cenderung lebih utuh.

Dilapisan Nongko itu, fosil tidak bergerak ke mana-mana dibandingkan temuan sejenis lainnya, seperti di Grobogan, Blora ataupun Sangiran sendiri, fosil bergerak kemana-mana.

”Sebetulnya, masih banyak fosil di Situs Purbakala Patiayam yang belum digali karena memang butuh alat yang lebih canggih untuk melakukan penggalian,” terangnya. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya