alexametrics
Jumat, 04 Dec 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Debit Sungai Gelis Kurang Deras, River Turbing Jurang Dihentikan

17 November 2020, 14: 11: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

RIVER TURBING: Beberapa warga menikmati river turbing Jurang beberapa waktu lalu sebelum korona.

RIVER TURBING: Beberapa warga menikmati river turbing Jurang beberapa waktu lalu sebelum korona. (POKDARWIS JURANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Tahun ini wisata river turbing di Desa Jurang dihentikan karena musim hujan. Saat ini, pengelola wisata memilih mengurus perizinan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terlebih dahulu.

Ketua Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Jurang Edy Purwanto mengatakan, penghentian ini debit Sungai Gelis kurang deras. ”Jadi permainannya kurang menantang,” ungkapnya.

Edy menyebut, pada tahun ini pihaknya sudah menerima beberapa pesanan dan terpaksa membatalkan. Meski dihentikan, pengelola tengah mengurus perizinan ke BBWS Pemali Juana maupun dinas.

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini guide tour  terus digembleng. Mereka akan diberi pelatihan keamanan dan kualitas pendamping.

”Izin diperlukan biar ke depan tidak ada masalah. Perizinan dijembatani Dibudpar Kudus,” ungkapnya.

Dalam inovasi ke depan, pihaknya bakal membuka jalur baru. Aliran river tubing ini diperuntukan bagi anak-anak. Lokasi pembukannya di aliran pengairan sawah. Ke dalamannya kurang dari satu meter. Pengelola juga telah mengirimkan perizinan kepada dinas dalam pemanfaatannya.

Sedangkan, wisata river tubing untuk orang dewasa akan menyusuri Sungai Gelis hampir sepanjang dua kilometer. Untuk tarifnya, pengunnjung cukup membayar Rp 60 ribu orang per orang. 

Selain menikmati derasnya aliran sungai, wisatawan juga diajak berwisata edukasi. Salah satunya membuat boneka lilit (Bolit) yang teribuat dari limbah kertas rokok. Pihak Pokdarwis juga akan menyajikan makanan khas Desa Jurang.

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya