alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Giulia Maria, Juara 3 Putri Remaja Pendidikan

Motivasi Anak Terdampak Erupsi Merapi

17 November 2020, 13: 30: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

Giulia Maria Rosa Monarca

Giulia Maria Rosa Monarca (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

Hasil membanggakan diraih Giulia Maria Rosa Monarca pada Grand Final Putri Remaja Indonesia 2020. Ia mewakili Jawa Tengah yang berstatus sebagai juara III Putri Remaja Indonesia 2020.  Gadis berdarah campuran Italia-Indonesia itu meraih juara III tingkat nasional.

M. KHOIRUL ANWAR, Radar Kudus

SELEMPANG Putri Remaja Pendidikan Indonesia 2020 menjadi identitas Giulia Maria Rosa Monarca sebagai grand finalis Putri Remaja Pendidikan Indonesia 2020. Gaun biru menjuntai ketika gadis kelahiran Semarang, 14 Mei 2004 itu berjalan di atas panggung grand final. Sementara tangan kanannya menggenggam piala 2nd runner up ajang itu.

TETAP SENANG: Giulia Maria Rosa Monarca (kiri) menghibur anakanak korban erupsi Gunung Merapi di Magelang belum lama ini.

TETAP SENANG: Giulia Maria Rosa Monarca (kiri) menghibur anakanak korban erupsi Gunung Merapi di Magelang belum lama ini. (GIULIA MARIA ROSA MONARCA FOR RADAR KUDUS)

Ya, ia membawa nama Jepara dan Jawa Tengah di ajang nasional. Meski berdarah Italia, justru menjadi motivasinya memberikan inspirasi bahwa gadis keturunan saja bangga menjadi orang Indonesia. Apalagi yang asli Indonesia.

“Prestasi ini juga menjadi cambuk untuk bisa berbuat lebih. Terutama pada bidang pendidikan. Jangan sampai ada anak-anak yang putus sekolah dan tidak mengenyam pendidikan,” ujarnya.

Setelah dinobatkan sebagai 2nd runner up Putri Remaja Pendidikan Indonesia 2020 ia mulai tancap gas turun ke lapangan. Seperti Minggu (15/11) lalu. Bersama putri remaja lainnya memberikan bantuan sembako kepada warga pengungsi erupsi Gunung Merapi di Magelang.

Dilanjutkan ke posko pengungsian yang didominasi anak-anak. Ada sekitar 200-an anak-anak mengungsi di posko kedua yang dikunjungi. Di sana ia berinteraksi dengan anak-anak. Diajak bermain, bernyanyi, dan memberikan motivasi. ”Di tengah bencana mereka tidak boleh trauma dan takut. Kami hadir untuk memberikan dukungan baik materiil maupun psikologis,” katanya.

Warga Desa Telukawur, Tahunan itu, mengatakan setahun terakhir sebelum ajang Putri Remaja Pendidikan Indonesia 2020 sudah terbiasa berinteraksi dengan anak-anak. Pasalnya ia aktif mengajar di Rumah Baca Soka Salatiga.

“Sesudah maupun sebelum ajang ini harapan besar saya ingin memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak. Apalagi usia dini. Jika selama ini terbatas di wilayah tertentu, lewat Putri Remaja virus belajar dan membaca bisa saya sebarkan ke seluruh nusantara,” kata siswi Mountainview Christian School Salatiga itu. 

(ks/zen/top/JPR)

 TOP