alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Pedagang Dinilai Mulai Tertib, Dua Pintu Pasar Jekulo Dibuka Kembali

17 November 2020, 10: 55: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

TELAH DIBUKA: Polisi mengatur arus lalu lintas di depan Pasar Jekulo belaum lama ini. Dua pintu barat dan timur pasar itu kembali dibuka.

TELAH DIBUKA: Polisi mengatur arus lalu lintas di depan Pasar Jekulo belaum lama ini. Dua pintu barat dan timur pasar itu kembali dibuka. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Dinas Perdagangan Kudus memberi kelonggaran Pasar Jekulo, Kudus. Jika sebelumnya sejak Maret hingga awal November hanya satu pintu dibuka. Yaitu pintu utama. Maka pekan lalu dua pintu pasar itu telah dibuka. Hanya satu pintu bagian belakang yang masih ditutup.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan keputusan membuka pintu karena para pedagang di pasar itu sudah mulai tertib. Mereka sudah bisa diatur.

”Khusus pintu sisi bagian belakang sengaja ditutup. Sebelumnya, ada pedagang liar yang berjualan di luar pasar,” terangnya.

Ditambahkan, orang suka membeli di pedagang liar. Karena aksesnya mudah ketimbang masuk pasar. Kalau sudah ditutup pembeli mutar arah lewat jalan lain.

Selain itu, pedagang di luar pasar juga seringkali membuang sampah di bak sampah pasar. Sehingga menambah volume sampah. Akhirnya sampah menumpuk. Begitu pintu belakang ditutup, sampah tidak terlalu meluber.

Dua pintu bagian timur dan barat pasar awalnya ditutup karena pedagang Pasar Jekulo susah diatur. Setelah mereka mau diatur kedua pintu itu dibuka kembali.

Sudiharti menegaskan pembukaan dua pintu itu dengan catatan. Pengunjung maupun pedagang harus memakai masker sebagai bentuk pelaksanaan protokol kesehatan.

”Bila ternyata masih dijumpai baik pedagang maupun pembeli banyak yang tidak memakai masker, maka pihaknya tidak segan-segan akan menutup kembali dua pintu itu,” jelasnya.

Di tempat terpisah, salah satu pedagang Pasar Jekuli Umi Sumarni mengatakan cukup senang akses masuk tidak hanya satu. Selama masih satu pintu, kurang begitu ramai pembeli karena harus mutar lewat jalan besar.

”Ya, mudah-mudahan tidak ditutup lagi. Ada dampaknya juga,” jelasnya. 

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya