alexametrics
Rabu, 25 Nov 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Tumbuhkan Kecintaan Peninggalan Sejarah lewat Tilik Cagar Budaya Lasem

16 November 2020, 20: 43: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTUSIAS: Generasi muda diajak tilik cagar budaya, untuk bisa melindungi dan lestarikan.

ANTUSIAS: Generasi muda diajak tilik cagar budaya, untuk bisa melindungi dan lestarikan. (RADAR KUDUS FOTO)

Share this      

REMBANG – Puluhan generasi milenial di Kabupaten Rembang diajak tilik cagar budaya di Rembang dan Lasem. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi mudah terhadap peninggalan sejarah di Kota Garam.

Ada enam titik destinasi wisata yang dikunjungi. Mereka didampingi langsung  dinas terkait.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Dwi Purwanto melalui kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Retna Dyah menyampaikan tilik cagar budaya merupakam program inisiasi dinas pariwisata. Yang digelar mulai tanggal 23 sampai 25 Oktober 2020.

”Peserta dibagi tiga hari. Program dibiayai APDD perubahan. Kegiatan sama di seksi museum dan Kepurbakalaan. Ingin kenalkan cagar budaya ke generasi muda,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pesertanya mahasiswa dan pelajar. Ini sekaligus dukungan platform jalur rempah inisiasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena visi dan misi utama Kementrian saat ini penguatan program tersebut. Melalui jelajah cagar budaya.

”Kita mengambil tagline tilik cagar budaya. Tagline unggulan cagar budaya itu kunjungi, lindungi dan lestarikan,” katanya.

Menurut Retna kegiatan digelar sebagai upaya generasi muda lebih mengenal cagar budaya. Meskipun saat ini masih pandemi covid. Tentunya protokol kesehatan berjalan. Termasuk ada surat pernyataan kesehatan sebelum mengikuti acara.

Menimbang peserta jelajah ratusan. Peserta dibagi tiga gelombang. Satu gelombang dibatasi sebanyak 80 peserta. Disediakan bus. Start dari musuem dan finish situs terjan. Ada enam lokasi yang didatangi.

”Sasaran pertama musuem RA Kartini, situs perahu kuno, Punjulharjo. Ketiga klenteng Chu An Kiong, Setelah itu lawangombo. Lalu rumah peradaban plawangan dan situs terjan,” keteranganya.

Setiap satu titik memakan waktu 30 menit. Kebetulan narasumber dari TACB Kabupaten Rembang, Edi Winarno dan Retna Dyah. Sedangkan pendamping disediakan pemandu lokal. Ada Yanto anggota Fokmas, serta Karim.

Selanjutnya peserta diminta mencatat materi. Ada kuis dan pertanyaan untuk menggugah. Selain ada fotografi, dilombakan setelah acara. Yang terbaik dikasih hadiah panitia. Ini sekaligus untuk mengisi di masa pandemi. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP