alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Kampung Budaya Piji Wetan Suguhkan Pasar Ampiran dan Taman Dolanan

16 November 2020, 17: 21: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

PELESTARIAN BUDAYA: Kampung Budaya Piji Wetan diresmikan kemarin. Dalam peresmian itu diadakan juga Pasar Ampiran dan Taman Bermain Tradisional.

PELESTARIAN BUDAYA: Kampung Budaya Piji Wetan diresmikan kemarin. Dalam peresmian itu diadakan juga Pasar Ampiran dan Taman Bermain Tradisional. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau, Dawe diresmikan kemarin. Dalam peresmian itu warga disuguhi Pasar Ampiran dan Taman Dolanan tradisional.

Untuk menikmati sajian makanan di Pasar Ampiran, pengunjung harus menukarkan dengan koin terlebih dahulu. Koin yang diperoleh digunakan untuk membeli makanan.

Makanan tradisional yang disagikan yakni sego aking, sego liwet, sego pager mangkok, dan aneka makanan tradisional.

Pengunjung juga dihibur dengan penampilan budaya di atas panggung inti. Salah satunya Terbang Papat.

Sementara di lokasi taman dolanan tradisional ada permainan gedrig, egrang, lompat tali, dakonan, dan batok kelapa.

Panitia Kampung Budaya Piji Wetan Rhy Husaini mengatakan, tujuan dari adanya Kampung Budaya Piji Wetan untuk melestarikan kebudayaan leluhur. Khususnya di kawasan lereng Gunung Muria. Kebudayaan akan dikemas secara kekinian, sekaligus diperkenalkan secara luas kepada masyarakat.

”Kebudayaan zaman dahulu itu asik dan ga kuno. Kami mengemasnya dengan secara modern dan kekinian,” ungkapnya.

Rhy mengatakan, makanan yang disajikan perpaduan menu tradisional dan modern. Tiap makanan juga ada filosofinya tersendiri.

Sedangkan di taman bermain tradisional, penyelenggara sengaja dihadirkan karena permainan yang dulu hits kini secara tergerus modernisasi zaman. 

”Biar anak-anak tidak main HP terus menerus,” ungkapnya.

Sementara konsep penukaran uang dengan koin, kata dia, biar pengunjung tidak tergantung dengan uang kertas.

Diresmikannya kampung budaya tersebut, Rhy berharap masyarakat yang berkunjung tidak hanya sekadar berwisata dan bermain semata. Pengunjung bisa mengenal kebudayaan di lereng Muria.

Sementara itu, salah satu warga Uswatun mengapresiasi peresmian Kampung Budaya Piji Wetan. Sebab permainan tradisional sudah jarang dimainkan.

”Anak-anak kecil sekarang bisa tahu jenis permainan terdahulu yang sempat tenar. Semoga bisa sering acara ini dilanjutkan,” harapnya.

Rencananya agenda kebudayaan di Kampung Budaya Piji Wetan bakal diselenggarakan rutin satu bulan sekali. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP