alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Lestarikan Kesenian Lokal, Disparbud Jepara Lombakan Tari Kridhajati

16 November 2020, 10: 52: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMUKAU: Salah satu kelompok peserta tampil dalam lomba Tari Kridhajati di aula Museum Kartini kemarin.

MEMUKAU: Salah satu kelompok peserta tampil dalam lomba Tari Kridhajati di aula Museum Kartini kemarin. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Upaya untuk melestarikan kesenian lokal Jepara khususnya tarian terus dilakukan. Salah satunya dilakukan dengan menggelar lomba Tari Kridhajati bagi pelajar SD, SMP, dan SMA.

Lomba ini digelar di aula Museum RA Kartini Jepara tiga hari berturut-turut Jumat hingga Minggu (13-15/11). Pada hari pertama, peserta yang tampil yakni peserta tingkat SD, hari kedua peserta tingkat SMP, dan hari ketiga peserta tingkat SMA/SMK.

Di hari terakhir, ada tujuh peserta SMA/SMK yang unjuk kebolehan. Mereka tampil dengan jumlah penari yang beragam. Mulai tiga hingga lima. Busana yang dikenakan setiap tim pun berbeda. Ada yang mengenakan busana warna merah, kuning, hijau, hingga hitam.

(FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Masing-masing kelompok membawakan Tari Kridhajati dengan durasi sekitar 10 menit. Gerakan-gerakan tarian tersebut khas, menceritakan proses pembuatan karya ukir. Mulai mencari kayu di hutan, menggambar objek di kayu, menatah mlitur hingga memamerkan hasil ukirannya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Zamroni leztiaza melalui Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Ida Lestari mengatakan lomba ini digelar untuk melestarikan Tari Kridhajati. Tarian asli Jepara. ”Ini kali pertama kami lombakan. Kami menyasar pelajar sebagai pesertanya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ida melanjutkan, sebelumnya dia juga sempat bertemu dengan pencipta tari tersebut yakni Endang Murtining Rahayu (Yayuk). ”Kami sampaikan tujuannya untuk melestarikan jangan sampai generasi muda tidak mengetahui Tari Kridhajati. Beliau merespon positif dan berterima kasih juga untuk upaya menjaga Tari Kridhajati tetap dikenal,” terangnya.

Untuk tahun pertama pelaksanaan, Ida menyampaikan, antusias cukup bagus. ”Ke depan akan kami lakukan rutin dengan penambahan kategori umum,” ujarnya.

Kegiatan lomba ini sendiri, dilaksanakan dengan DAK BOP nonfisik Museum 2020. ”Kami mengalokasikannya untuk progam publik, semuanya dilaksanakan di Museum,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pelatih tim tari, Chlara Vita menambahkan, ditim nya empat anak yang tampil. ”Anak-anak berlatih dari YouTube karena sekolah masih belum masuk, kemudian kami matangkan bersama,” ungkapnya.

Dengan lomba tari ini, Chlara menambahkan, anak-anak yang sebelumnya tidak terlalu paham tarian tersebut, berupaya mencari tahu dan mempelajarinya. ”Kegiatan ini bagus, anak-anak jadi lebih mengetahui tentang Tari kridhajati, tidak sekedar mampu menarikannya tetapi mengetahui makna dibalik gerakannya,” imbuhnya. 

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP