alexametrics
Rabu, 25 Nov 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Pasar Sumber Ditutup, Buruh Ngarit, Pedagang Jualan di Pinggir Jalan

15 November 2020, 11: 47: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

RESMI DITUTUP: Seorang warga melintas di depan Pasar Rakyat Sumber yang kemarin, Sabtu (14/11) resmi ditutup untuk sterilisasi dan pencegahan Covid-19.

RESMI DITUTUP: Seorang warga melintas di depan Pasar Rakyat Sumber yang kemarin, Sabtu (14/11) resmi ditutup untuk sterilisasi dan pencegahan Covid-19. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Pasar Rakyat Sumber resmi ditutup kemarin. Penutupan ini dilakukan untuk sterilisasi Covid-19. Karena penutupan ini, pedagang pun berjualan di rumah hingga di pinggir jalan. Sedangkan buruh pasar memilih menggembala.

Penutupan ini disebabkan wilayah perbatasan Rembang-Pati ada belasan orang terpapar Covid. Selain Pasar Rakyat Sumber, pasar di Desa Krikillan dan Kedungasem juga ditutup.

Informasi yang digali Jawa Pos Radar Kudus upaya tracking terus berjalan. Dilakukan puskesmas setempat. Koordinasi juga camat antar wilayah.

Kastini, buruh di Pasar Rakyat Sumber mengaku selama pasar ditutup tak memiliki penghasilan. Dia mengaku, biasanya tugasnya beres-bers. Kadang menata barang dagangan di lapak. Untuk penghasil tidak tentu.

”Sak ikhlase tiang. Biasanya dapat Rp 5 ribu per pedagang. Saya bantu kadang lima sampai delapan orang,” akunya.

Untuk itu, dia memilih menggembala dan mencari rumput untuk tetangga.

Lain halnya dengan pedang. Kebanyakan pedagang tetap berjualan di rumah atau di pinggir jalan.

”Pedagang di sini nurut. Apalagi untuk mencegah virus Covid-19. Sementara saya jualan di depan rumah. Kebetulan pinggir jalan besar dan teras luas,” kata salah satu pedagang berinisial WD.

Kepala DinindagkopUKM Rembang Akhsanudin tidak menampik penutupan pasar berdampak pada ekonomi warga. Namun penutupan harus dilakukan untuk mengantisipasi. Apalagi, di Pasar Sumber, hanya empat hari buka. Yakni Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu. Yang harian hanya bagian depan.

”Total pedagang di Pasar Sumber ada 200 orang lebih. Untuk penutupan tidak ada persoalan, pedagang menyadari upaya pengendalian Covid-19,” imbuhnya.

Terkait penjagaan muspika ikut memantau. Termasuk yang pasar desa sudah mulai hari Jumat lalu tutup. Kebanyakan operasionalnya hari-hari tertentu. ”Harapannya pekan depan mulai normal kembali,” katanya. (noe/mal) 

(ks/noe/mal/top/JPR)

 TOP