alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Felicia Grace Angelyn, Peraih Medali Emas KSN

Berawal Jadi Peran Pengganti, Kini Ketagihan Ukir Prestasi

15 November 2020, 10: 18: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

JENIUS: Felicia Grace Angelyn Ferdianto menunjukkan medali dan piala yang pernah ia raih di ruang tamu rumahnya belum lama ini.

JENIUS: Felicia Grace Angelyn Ferdianto menunjukkan medali dan piala yang pernah ia raih di ruang tamu rumahnya belum lama ini. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

Felicia Grace Angelyn Ferdianto meraih medali emas Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2020 Matematika. Prestasi itu kesekian kali ia peroleh. Awal lomba diikuti di dunia matematika lantaran ia menggantikan kakak seniornya.

DIYAH AYU FITRIYANI, Radar Kudus

KOLEKSI piala dan medali milik gadis bernama Felicia Grace Agelyn Ferdianto berjajar rapi di almari ruang tamu rumahnya. Saking banyaknya, beberapa piala terpaksa ditata di luar almari, karena ruang tidak mencukupi.

Gadis berkulit putih yang akrab disapa Grace ini siswa SMP Masehi Kudus. Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga kini kelas IX SMP, puluhan kejuaraan matematika ditaklukan Grace. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional.

Baru-baru ini, gadis yang lahir di Kudus, 1 November 2006 ini berhasil menyabet emas dalam ajang KSN 2020 Matematika. Meskipun dirinya mengaku telah menyelesaikan semua soal yang diujiakan, Grace mengaku masih tidak menyangka bisa menjadi juara.

”Tidak menyangka bisa juara. Soalnya meskipun saya bisa mengerjakan, kadang bisa saja kurang teliti atau salah tulis. Apalagi kemarin lombanya virtual karena masih pandemi Covid-19. Jadi takut kalau ada jawaban yang tidak terkirim,” katanya.

Kegemarannya mengikuti kompetisi berawal ketika dirinya diminta menggantikan kakak kelas yang tidak bisa mengikuti lomba matematika. Saat itu kakak kelasnya tidak bisa ikut karena ada halangan.

Berkat kerja keras dan usahanya, dirinya justru menjadi juara dalam ajang tersebut. Berawal dari sana, akhirnya dirinya semangat terus belajar, mengasah kemampuan di bidang matematika.

Dalam setiap perlombaan yang diikuti, dirinya memiliki target pribadi yang harus diraih. Tak jarang jika tak bisa mencapainya, dirinya menangis. ”Meskipun tetap menjadi juara. Kalau saat itu target saya juara I tapi dapatnya juara II atau III saya sedih sekali. Padahal orang tua tidak mempermasalahkan,” ungkap anak tunggal dari pasangan Fendy Ferdianto dan Lisa Triana ini.

Gadis yang tinggal di Jalan Menur No 38 Kudus ini mengaku tak memiliki trik khusus untuk menaklukan soal matematika. ”Resepnya belajar rajin, suka dengan matematika, dan berdoa. Karena di kompetisi itu kan semuanya pintar. Jadi doa itu penting,” ujarnya.

Untuk mengikuti sebuah kompetisi, dirinya mengaku sering izin untuk mengikuti pembelajaran di sekolah. Meskipun demikian, dirinya tetap bisa mengejar ketertinggalan mata pelajaran yang ditinggal saat mengikuti kompetisi. Berkat ketekunanannya, Grace masih bisa menjadi juara kelas. Bahkan selama dua tahun ini dirinya selalu mendapat peringkat pararel. Sehingga mendapatkan beasiswa bebas biaya pendidikan. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP