alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Tak Ada Lagi Keluarga Buang Air Besar Sembarangan

14 November 2020, 21: 58: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

AWARD: Jepara dinobatkan sebagai Kabupaten ODF oleh Kemenkes RI kemarin.

AWARD: Jepara dinobatkan sebagai Kabupaten ODF oleh Kemenkes RI kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Akses sanitasi jamban di Jepara masih menyisakan 15,25 persen keluarga yang buang air besar masih menumpang. Meski demikian 0 persen keluarga masuk kategori tidak buang air besar sembarangan (BABS). Capaian itu mengantarkan Jepara meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dari Kementerian Kesehatan RI kemarin.

Data akses sanitasi Jepara menunjukkan 69,76 persen keluarga mengakses jamban sehat permanen. Sisanya, 14,98 persen mengakses jamban sehat semi permanen. Selain itu capaian desa bebas BABS mengalami peningkatan lima tahun terakhir. 2019 semua desa dan kelurahan sejumlah 195 dinyatakan bebas dari BABS.

Kepala Dinas Kesehatan Jepara Mudrikatun prestasi Jepara pada STBM Award itu menjadi kado manis di momen Hari Kesehatan Nasional tahun ini. Salah satu yang menjadi penilaian adalah tidak ada lagi keluarga yang buang air besar sembarangan.

 Lebih lanjut ia menjelaskan STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

Sedangkan indikator output STBM adalah individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF). Setiap rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.

Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas tersedia fasilitas cuci tangan. Sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.

”Peran partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam program ini. ODF hanya salah satu indikatornya,” tuturnya.

Penghargaan dari Kemenkes diterima Bupati Jepara Dian Kristiandi yang diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejaheraan Rakyat Dwi Riyanto. Selain itu ada pula penghargaan Sanitarian terbaik Setiyo Wardoyo, Puskesmas Keling 1; Kepala Desa Terbaik Kabupaten ODF Junaedi, Desa Watuaji; dan Kader Terbaik Al Alamin, Desa Kelet. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP