alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Tiga Spot di Kabupaten Rembang Disiapkan Jadi Warisan Dunia

Project Jalur Rempah Kemdikbud

14 November 2020, 10: 13: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

IKONIK: Seorang warga melintas di Rumah Merah Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Rembang. Kota Kuno Lasem menjadi salah satu spot yang dipersiapkan untuk diajukan ke UNESCO.

IKONIK: Seorang warga melintas di Rumah Merah Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Rembang. Kota Kuno Lasem menjadi salah satu spot yang dipersiapkan untuk diajukan ke UNESCO. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG Tiga spot di Kabupaten Rembang masuk dalam project Jalur Rempah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penguatan narasi ini, akan diusulkan ke United Nation Educational Scientific and Curtural Oganization (UNESCO) sebagai warisan dunia.

Kepala Seksi (Kasi) Museum, Sejarah, dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Retna Dyah menyampaikan, jalur rempah merupakan project penelitian menyeluruh se-Indonesia. Rembang termasuk dalam tim jalur rempah Jawa Tengah. Sesuai dengan rencana aksi, ada tiga titik yang akan diusulkan sebagai world heritage.

”Nanti kami nyusun outlanding universal value,” katanya. Tiga spot itu, kawasan Kota Kuno Lasem, Situs Perahu Kuno Punjulharjo, dan Situs Bonang.

BANGUNAN PONDOK UNIK: Anak-anak mengaji di pelataran salah satu pondok pesantren di Desa Caruban, Lasem, Rembang, baru-baru ini.

BANGUNAN PONDOK UNIK: Anak-anak mengaji di pelataran salah satu pondok pesantren di Desa Caruban, Lasem, Rembang, baru-baru ini. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Output dari penelitian jalur rempah ini, akan mengarah pada penguatan narasi. ”Kalau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini penguatan narasi. Jadi, cagar budaya ini diusulkan ke tingkat internasional,” ujarnya.

Jadi, hasilnya semacam project penelitian besar yang ditujukan kepada UNESCO. Hasilnya mengarah kepada sebuah penetapan. Semacam jalur sutra. Yang merupakan jalur perdagangan internasional kuno yang sudah mendunia.

Selain dari unsur dinas, pembahasan jalur rempah atau maritim nusantara ini, juga diikuti komunitas. Yakni forum komunikasi masyarakat sejarah (fokmas). Salah satu anggota yang mengikuti forum Danang Swastika menyampaikan, jalur rempah ini salah satunya melewati area pantai utara yang memiliki sejarah panjang. Sehingga saat itu ramai dikunjungi pedagang internasional.

Proses pembahasan ini ada empat tempat. Pertama di Kudus, Pati, Rembang, dan Semarang. Kajian di Kota Garam ini, dikerucutkan pada nilai-nilai satu peninggalan yang perlu dilestarikan. ”Antara perdagangan rempah dan juga tanaman rempah untuk kebudayaan itu menjadi satu tujuan ke depan,” jelasnya.

Project diharapkan ini bisa disetujui UNESCO pada 2024 mendatang. Dengan program ini, diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat. ”Jadi, sejumlah pihak perlu turut mendukung. Agar bisa terealisasi menjadi warisan dunia,” harapnya. 

(ks/vah/lin/top/JPR)

 TOP