alexametrics
Jumat, 04 Dec 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Luka Hati, Luka Diri

14 November 2020, 09: 51: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

Luka Hati, Luka Diri

IBARAT sudah jatuh masih tertimpa tangga. Tangganya ada pakunya pula. Hal itu seperti yang dialami Parno (bukan nama sebenarnya). Kisah cintanya dengan sang pujaan hati Parni (nama samaran) amblas.

Parno sudah lama memendam cinta dengan Parni. Mereka teman satu kampus. Satu jurusan dan sering kali satu kelas. Satu organisasi juga.

Sudah empat tahunan mereka seperti menunjukkan gelagat jatuh cinta. Sering jalan bareng. Sudah sering main ke rumah masing-masing. Parno bahkan sudah mulai terbuka kalau dia suka dengan Parni. Sayang tak ada keberanian menyatakan cinta.

Hingga petaka tiba. Parni dipinang jejaka tetangga rumahnya. Mereka resmi tunangan. Dan memutuskan menikah di awal tahun depan.

Parno yang tahu kabar itu bagai tersambar petir. Dia mengaku baru saja akan memberanikan diri menyatakan cinta dengan Parni. Tetapi niatnya sudah keduluan orang lain.

Penyesalan memang di akhir datang. Pikiran Parno kalut. Hatinya remuk. Seperti tertusuk-tusuk oleh kenyataan yang sedang terjadi. Belakangan, Parno jadi banyak melamun.

Hingga suatu malam yang sepi, usai gerimis mengguyur kota, Parno benar-benar melamun. Membayangkan kegagalannya itu saat mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba braaakkk…

Parno jatuh di jalanan yang licin. Luka hatinya yang belum sembuh ditambah luka diri. Tangan dan kakinya lecet-lecet akibat kecelakaan tunggal itu.

”Tidak parah. Tapi tetap perih. Luka di tangan dan kaki menambah perih luka di hati, akibat perempuan pujaan hati jatuh kepelukan orang lain," sesal Parno. 

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya