alexametrics
Rabu, 25 Nov 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Dinbudpar Rembang Gelar Pameran Perjuangan Sebulan Penuh

13 November 2020, 14: 48: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

KENANG SEJARAH: Tim Dinbudpar Rembang foto bersama dalam kegiatan pameran virtual dan konvensional yang digagas Bidang Sejarah Museum dan Kepurbakalaan.

KENANG SEJARAH: Tim Dinbudpar Rembang foto bersama dalam kegiatan pameran virtual dan konvensional yang digagas Bidang Sejarah Museum dan Kepurbakalaan. (DINBUDPAR FOR  RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Pameran virtual dan konvensional digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang. Temanya perjuangan. Sejumlah replika dipamerkan mulai tank hingga biorama ibu Fatmawati.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dwi Purwanto melalui kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Retna Dyah menyampaikan program publik Museum digelar sebulan. Terhitung tanggal 01 sampai 30 November 2020.

”Display segala sesuatu tentang perjuangan. Seperti yang ada dalam Youtube Dinbudpar Rembang selama satu bulan penuh,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus

Pameran tersebut pengunjung dapat melihat secara konvensional. Di samping ada live streaming dua kali. Diawali tanggal 1 November pembukaan ada semacam talk show tentang pameran. Lalu tanggal  10 November acara serupa dengan veteran.

Replika di display ruang mengajar Kartini. Di sana didesain ruang tata pamer kontemporer. Jadi untuk tematik pameran-pameran. Karena perjuangan yang dibuat ada tank, sepeda (asli tahun 1910), kursi model perjanjian linggar Jati.

Termasuk radio yang menggambarkan radio untuk menyiarkan berita proklamasi. Lalu ada mesin ketik koleksi museum milik pak Joyo. Didekatkan teks proklamasi. Selain itu ada tandu pak derman Gerilya tahun 1848-1949 selama tujuh bulan.

”Kita juga ada biorama ibu fatmawati menjahit bendera merah putih. Kadang tahunya penjahit bendera merah putih. Tapi yang ditonjolkan Fatmawati sudah diangkat pahlawan nasional dan dimakamkan taman kali bata. Bukan sekadar tokoh ibu negara,” jelasnya

Di samping itu ada juga baju tentara. Yang ditampilkan baju tentara keamanan rakyat. Dibentuk tahun 1945 tanggal 5 Oktober akhirnya diperingati hari ABRI atau TNI. Karena masih masa pandemi pameran disuguhkan dua model (Konvensional dan virtual).

”Untuk kunjungan tetap mengikuti jam kunjung museum mulai pukul 08.00 sampai pukul 15.00. Karena simulasi pandemi Sabtu dan Minggu tutup,” imbuhnya.

Pjs Bupati Rembang Imam maskur menyampaikan melalui pameran ini dapat belajar banyak tentang perjuangan bangsa. Dengan cukup berada di rumah saja. Acara ini merupakan sebuah hal positif untuk mengoptimalkan fungsi museum sebagai lembaga informasi edukatif.

”Dari pameran kita lebih menghargai sejarah dan perjuangan bangsa. Sehingga kita menjadi bangsa yang besar,” imbuhnya. 

(ks/noe/top/JPR)

 TOP