alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

IAIN Kudus Duduki Peringkat II Asia

Miliki 31 Jurnal, Satu Terindeks Scopus

13 November 2020, 14: 06: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

Dari Kiri ke Kanan: Prof. Dr. H. Muslim, A.Kadir, MA, penggagas Ilmu Islam Terapan di IAIN Kudus. Warek III IAIN Kudus Dr.H.Ihsan,M.Ag. Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M.Ag.

Dari Kiri ke Kanan: Prof. Dr. H. Muslim, A.Kadir, MA, penggagas Ilmu Islam Terapan di IAIN Kudus. Warek III IAIN Kudus Dr.H.Ihsan,M.Ag. Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M.Ag. (IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus berhasil meraih penghargaan Radar Kudus Award 2020.  Sebagai Perguruan Tinggi yang Aktif dalam Penelitian dan Pengembangan Ilmu Islam Terapan.

Kampus satu ini menjadi satu dari sekian perguruan tinggi se eks-karisidenan Pati yang memiliki progress yang baik dalam beberapa tahun terakhir. IAIN Kudus kini bersiap menjadi Universitas Islam negeri (UIN) ini menjadi perguruan tinggi yang paling aktif meneliti dan mengembangkan. Utamanya kajian ilmu islam terapan.

Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M.Ag., mengugkapkan, sampai saat ini kampus yang dipimpinnya telah memiliki 206 judul penelitian. Sebanyak 49 karya ilmiah telah memiliki hak cipta. ”Sedangkan 46 judul hasil penelitian pada 2019 yang akan diterbitkan ,” katanya.

Dia mengatakan, ada empat judul penelitian terkait Islam terapan. Yakni Participation Action Research Keberagamaan: penelitian Terapan Pengabdian Action masyarakat untuk PTKI, Pemberdayaan Potensi Agama melalui Bimbingan Keislaman, Pembentukan Sikap Toleransi Beragama di Majlis Taklim, dan Model Pengembangan PEmbelajaran PAI berwawasan Islam Wasathiyah.

AKTIF MENELITI: Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M.Ag., menerima penghargaan Radar Kudus Award 2020 karena aktif dalam penelitian dan pengembangan Ilmu Islam Terapan.

AKTIF MENELITI: Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M.Ag., menerima penghargaan Radar Kudus Award 2020 karena aktif dalam penelitian dan pengembangan Ilmu Islam Terapan. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

IAIN Kudus juga telah memiliki jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus Q1. Prestasi tersebut yang akhirnya membawa IAIN Kudus menduduki peringkat kedua dari PTKIN se-Indonesia. Peringkat II Asia, dan peringkat 93 dunia.

”Ada 31 jurnal yang ditulis 15 dosen peneliti IAIN Kudus yang telah terindeks scopus. Kami terus berupaya untuk mengkaji dan meneliti,” ujarnya.

Untuk mengembangkan ilmu Islam terapan, IAIN Kudus juga mengadakan kajian rutin bagi mahasiswa dan dosen tiap pekan. Tak sebatas itu, Rektor IAIN Kudus juga terus berkomitmen untuk mengaktualisasikan ilmu tersebut terhadap segala aktivitas di kampus.

Pengaktualisasian tersebut dilakukan dengan penerapan ke dalam kurikulum. Mulai dari kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengembangan hingga pengabdian kepda masyarakat harus mengimplementasilkan ilmu tersebut. Sementara realisasi konsep Islam terapan dalam seluruh kegiatan di kampus diwujudkan mulai dari rapat tepat waktu, perkuliahan dengan absen yang ketat.

SEMINAR: Seminar nasional keagamaan “Perguruan Tinggi yang Aktif dalam Penelitian dan Pengembangan Ilmu Islam Terapan”.

SEMINAR: Seminar nasional keagamaan “Perguruan Tinggi yang Aktif dalam Penelitian dan Pengembangan Ilmu Islam Terapan”. (IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

”Prinsip dasar Islam terapan harus terintegrasi baik secara konseptual maupun kegiatan. Semua judul penelitian baik mahasiswa dan dosen di IAIN Kudus harus mengintegrasikan Islam terapan,” kata Mudzakir.

Untuk mendukung aktivitas ilmiah berupa riset dan publikasi ilmiah, Rektor IAIN Kudus melalui Surat Keputusan (SK) Rektor IAIN Kudus Nomor 435 Tahun 2020 telah meresmikan IAIN Kudus Press. Dengan harapan budaya literasi di kalangan civitas akademika IAIN Kudus dapat terus berkembang. Serta geliat ilmiah-intelektual di lingkungan kampus hijau semakin maju.

”Semoga diseminasi hasil karya intelektual civitas akademika IAIN Kudus semakin luas. Sehingga, IAIN Kudus mampu memberi sumbangan akademik demi Indonesia yang lebih maju dan beradab,” tuturnya.

(ks/mal/daf/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya